Polisi-KUA tak Tahu Ada Pria Nikahi Mayat Pacarnya – Berita Kota Makassar
Headline

Polisi-KUA tak Tahu Ada Pria Nikahi Mayat Pacarnya

BARRU, BKM — Heboh seorang pria menikahi kekasihnya ketika sudah terbujur kaku menjadi mayat, ternyata tak diketahui pihak Kepolisian Resort (Polres) Barru. Termasuk pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Balusu, tempat domisili orang tua Erni, perempuan yang bunuh diri dengan cara menenggak racun rumput jenis chromosom.
Padahal, sudah lima hari peristiwa tersebut berlalu. Edy alias Ahmad Khaidir menikah dengan mayat Erni usai dikafani dan
sesaat sebelum dikuburkan, Kamis (2/2).
Kapolres Barru AKBP Minarto yang dihubungi, kemarin mengaku tidak tahu menahu adanya pria yang menikahi pacarnya ketika sudah menjadi mayat. Begitu pula tentang penyebab Erni bunuh diri dengan cara minum racun.
Malah, ia balik bertanya melalui pesan singkat kepada BKM kapan pernikahan tak lazim itu berlangsung. ”Saya belum terima laporannya. Kami akan cek dan lidik untuk mengetahui kejadian sebenarnya,” kata Minarto.
Hal yang sama juga diungkap Kasim, Kepala KUA Balusu. Melalui telepon selular, kemarin, Kasim menegaskan sulit bagi dirinya mengakui adanya pernikahan antara Edy dan Erni yang sudah meninggal.
Selain tidak menyaksikan langsung akad nikah itu, Kasim juga merasa belum pernah menerima laporan dari imam Lampoko, Muhammad Akib yang disebut-sebut menikahkan mayat dengan pemuda yang baru saja menjadi muallaf tersebut.
Meski begitu,kata Kasim, sehari setelah akad nikah yang patut disebut nikah di bawah tangan ini, ia menerima informasi dari salah seorang staf KUA.
”Dia (staf KUA) menyampaikan ada mayat perempuan dinikahi oleh seorang laki-laki. Belakangan diketahui, yang menikah itu adalah Ahmad Khaidir yang telah di-Islam-kan di kantor KUA sepekan sebelumnya. Menurut hukum Islam, pernikahan itu tidak sah,” jelas Kasim.
Selaku kepala KUA, Kasim membenarkan kalau Edy telah menjadi seorang muallaf. Diapun kemudian mengganti nama menjadi Ahmad Khaidir.
”Kalau peng-Islam-annya kami akui, karena saya ikut menyaksikan. Yang menuntun prosesnya adalah Ketua BAZ Ustaz Muin Latif,” terangnya.
Menyusul terungkapnya kasus ini, Kasim segera memanggil Imam Lampoko untuk mengklarifikasi duduk persoalan sebenarnya.
”Bukan hanya publik yang tidak dapat menerima secara akal sehat. Tapi agama Islam sama sekali tidak membenarkan,” tandasnya. (udi/rus/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top