Pimpinan Parpol Kritik Rektor Unhas – Berita Kota Makassar
Headline

Pimpinan Parpol Kritik Rektor Unhas

MAKASSAR, BKM — Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu mendapat kritik. Hal itu menyusul pernyataannya, yang secara terbuka menginginkan agar siapapun menjadi gubernur Sulsel ke depan, harus berasal dari alumni Universitas Hasanuddin.
Sejumlah pimpinan parpol langsung bereaksi. Pernyataan Prof Dwia di sela-sela dies natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Unhas itu disebut sebagai bentuk kampanye. Apalagi, acara yang berlangsung Minggu (5/2) itu dihadiri dua bakal calon gubernur, yakni Agus Arifin Nu’mang dan Nurdin Abdullah.
Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel Arum Spink, mengatakan kampus sebaiknya memposisikan diri sebagai penjaga dan pengawal demokrasi di Sulsel, khsususnya pada perhelatan gubernur nanti.
Menurut Pipink, panggilan akrab Arum Spink, kampus setidaknya memberikan pendidikan politik bagaimana masyarakat menyalurkan pilihannya. Mengetahui kriteria-kriteria dalam memilih memimpin, dan secara aktif melakukan langkah-langkah agar kualitas pilgub bisa tetap terjaga dan untuk lebih baik. “Pernyataan Ibu Rektor Unhas, menurut saya bisa memancing suasana yang tidak baik dan cenderung melahirkan sekat-sekat antarkampus. Malah ini bisa dipahami sebagai egoisme kampus,” ujar Pipink, Senin (6/2).
Menurutnya, pemimpin itu bisa lahir dimana saja dan dari institusi apa saja. Apalagi setiap orang diberi potensi oleh Tuhan sebagai pemimpin.
“Mestinya, jauh lebih arif jika Ibu Rektor mengajak kepada semua tokoh-tokoh untuk maju dan bertarung, agar masyarakat lebih punya banyak pilihan,” jelas anggota Komisi A DPRD Sulsel ini.
Hal sama dilontarkan Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Muhammad Irfan AB. Menurut Irfan, kampus tidak usah ikut terlibat dukung mendukung calon gubernur.
“Kampus tidak usah berpolitik. Jalankan saja fungsi dan tri dharmanya,” tulis Irfan lewat WhatsAppnya, kemarin.
Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasigai juga melontarkan kritikannya buat sang rektor. “Mestinya rektor atau pihak kampus tidak masuk wilayah politik. Apalagi sampai terlibat dukung mendukung calon. Ini sangat disayangkan,” cetusnya.
Ia berharap kampus tetap netral. Karena partisipasi kampus secara keilmuan sangat dibutuhkan agar memberikan pendidikan demokrasi yang baik kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa menentukan pilihan politiknya secara sadar dan berkualitas.
Kritik tajam juga dilontarkan Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel Yusran Sofyan. “Saya kira dinamika politik terlepas dari keinginan individu ataupun institusi yang menginginkan alumninya menjadi pemimpin di Sulsel. Ini membuktikan pilgub Sulsel semakin menarik dan menyita banyak perhatian. Termasuk kampus. Menempatkan pilihan pada institusi tertentu adalah paradigma yang berlebihan,” jelas Yusran yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Sulsel.
Hal berbeda dikemukakan Wakil Ketua DPW PKS Sulsel Sri Rahmi. Menurut dia, pernyataan Rektor Unhas adalah pernyataan pribadi sebagai alumnus.
“Saya rasa dunia kampus adalah dunia akademik yang menjadi penetralisir hiruk pikuk politik. Dunia akademik adalah wilayah bebas parpol. Itu secara kelembagaan,” jelas anggota komisi E DPRD Sulsel ini.
Dosen politik UIN Alauddin Firdaus Muhammad, menilai kampus harus menjaga marwah institusi tanpa terkooptasi politik praktis . “Sekiranya ada alumni maju, itu suatu kebanggaan. Tetapi tetap mengambil jarak,” ucap Firdaus.
Sekadar diketahui, sejumlah balon gubernur tidak semua merupakan alumni Unhas. Nurdin Halid merupakan alumni UNM yang dulu bernama IKIP Ujungpandang. Sementara Ichsan Yasin Limpo adalah alumni UMI Makassar. (rif)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top