Metro

Kapolda Ajak Berantas Begal dan Narkoba

MAKASSAR, BKM — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Muktiono mengajak semua komponen masyarakat bersama-sama mengatasi aksi begal dan penyalahgunaan narkoba yang saat ini masih marak di Sulsel. Menurut Muktiono, polisi sangat membutuhkan bantuan masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama mengatasi dua hal tersebut.
Hal ini diungkapkan Muktino saat berbincang santai dengan pimpinan Fajar Group di lantai 19 Graha Pena, Senin (6/2) siang. Muktiono mengatakan, dua kejahatan ini disebabkan banyak hal. Mulai dari persoalan kenakalan remaja, kemiskinan, pendidikan dan pergaulan.
“Kami sudah pelajari dari sejumlah kasus yang ada. Banyak penyebabnya sehingga persoalan ini butuh keterlibatan semua pihak,” kata Muktiono.
Menurutnya, permasalahan yang terjadi di masyarakat, seyogianya diselesaikan secara komprehensive. Tidak hanya dengan polisi, namun semua pihak yang terkait harus duduk bersama.
“Untuk menyelesaikan sebuah persoalan, kita perlu tahu dulu akar masalahnya agar bisa dicarikan solusi tepat dalam mengobati permasalahan tersebut.
Kepada pejabat Fajar Group, Muktiono juga menyampaikan tentang pemahaman masyarakat yang masih keliru tentang kepolisian. Utamanya menyangkut pemberian hukuman. “Misalnya kasus pembunuhan di Gowa. Keluarga korban mendesak polisi agar menghukum pelaku seberat-beratnya. Padahal yang menghukum itu bukan tugas polisi, tapi tugas hakim saat di pengadilan,” katanya.
Muktiono menjelaskan, polisi bertugas untuk mencegah kejahatan dan menangkap semua pelaku kejahatan lalu melakukan penyidikan. Setelah itu berkasnya diserahkan ke kejaksaan untuk proses penuntutan. Kemudian ke pengadilan untuk diadili. Kalau divonis bersalah lalu diserahkan ke lembaga pemasyarakatan untuk dihukum.
“Kami polisi ingin melakukan apa saja untuk meraih simpati masyarakat. Secara legal, tugas kami sudah diatur dalam undang-undang. Tapi kami juga butuh legitimasi dari masyarakat,” imbuhnya.
Kapolda juga menjelaskan, kunjungan ini selain untuk menjalin silaturrahmi dengan keluarga besar Fajar Grup, juga untuk menjajaki dan membicarakan program kerjasama yang bisa diselaraskan dengan media.
Kapolda beserta rombongan diterima Chairman Fajar Group, HM Alwi Hamu didampingi Komisaris Fajar Holding, H Syamsu Nur, Dirut Fajar Holding, Ridwan Arief, Rektor Unifa, Prof Sadly dan sejumlah petinggi Fajar group lainnya. Pertemuan berlangsung secara kekeluargaan selama kurang lebih dua jam.
Menurut Kapolda, baik kepolisian maupun media, sama-sama punya tanggung jawab bermanfaat bagi masyarakat sehingga butuh sinergitas yang baik antara kedua pihak.
“Kami ke sini untuk silaturrahmi sambil bicarakan program yang bisa diselaraskan dengan media, ” ungkapnya.
Dia mengemukakan, dua pihak harus saling memahami peran masing-masing. Aparat kepolisian bisa memahami pekerjaan media, demikian pula sebaliknya.
Kapolda juga mengeluarkan gagasan, bagaimana jika Babinkamtibmas diberi pelatihan jurnalistik agar paham terhadap pekerjaan media.
“Tidak ada salahnya dengan kerja sama yang kita lakukan, mengetahui apa tugas jurnalistik, apalagi jurnalistik juga tahu tugas polisi,” ungkapnya.
Menyikapi hal itu, Chairman Fajar Group, HM Alwi Hamu menyambut baik rencana kerjasama yang akan digagas kedua belah pihak.
Menurutnya, sinergitas antara aparat kepolisian dan media sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan tugas dan tanggung jawab keduanya.
Di sela-sela pembicaraan yang penuh kekeluargaan dan berlangsung cukup santai itu, Alwi Hamu tak lupa menceritakan pengalamannya menapaki kunci Sulsel. Selain mengunjungi Harian Fajar di Lantai 4, Kapolda juga menyempatkan diri ke lantai 19. Kapolda
didampingi Kabid Humas Kombes Pol Dicky Sondani dan sejumlah pejabat Polda lainnya. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top