Headline

Cuaca Buruk di Ajattappareng, Dua Orang Meninggal

MAKASSAR, BKM — Cuaca buruk dan ekstrim yang tengah melanda wilayah Sulawesi Selatan terus menelan korban. Bukan hanya materi, tapi juga jiwa.
Minggu malam (5/2) hingga Senin dinihari (6/2), angin kencang disertai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian wilayah Ajattappareng. Seperti Kota Parepare, Pinrang dan Tana Toraja. Dua orang tewas dan sejumlah rumah rusak akibat kejadian ini.
Di Kota Parepare, seorang ibu rumah tangga menemui ajal akibat cuaca buruk ini. Rohani (43), warga BTN Pepabri tertimpa pohon tumbang saat melintas di Jalan Muhammad Arsyad, Minggu malam.
Saat kejadian, korban bersama dua putrinya melintas di lokasi dengan mengendarai mobil bernomor polisi DP 1242 AH. Tiba-tiba sebatang pohon tumbang dan mengenai mobilnya.
Mobil korban langsung ringsek. Rohani ditemukan terluka parah dan tak sadarkan diri. Sementara kedua anaknya selamat.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Andi Makkasau. Namun, belum sempat mendapat perawatan medis secara intensif, ajal menjemputnya. Ia meninggal, Senin dinihari (6/2).
”Sempat dibawa ke rumah sakit. Kira-kira setengah jam kemudian korban meninggal,” kata Brigpol Agus, anggota Sub Bagian Humas Polres Parepare, kemarin.
Selain almarhumah dan kedua putrinya, pohon tumbang juga menyebabkan tiga pengendara sepeda motor menjadi korban. Mereka juga terluka dan harus mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Kanit SPKT 1 Polres Parepare Aiptu Supratno mengatakan, seluruh kendaraan yang digunakan korban saat peristiwa terjadi, untuk sementara diamankan di mapolres. ”Kami sudah datangi keluarga korban yang meninggal di BTN Pepabri,” ujarnya.
Angin kencang yang menimbulkan korban jiwa juga terjadi di wilayah Tana Toraja (Tator). Seorang nenek usia 60 tahun, Ne’ Lai menemui ajal di kandang ternaknya, Minggu (5/2). Warga Lingkungan Sula Rembon ini tertimpa pohon ketika hujan deras disertai angin kencang mengguyur.
Pohon besar dan rindang yang ada di dekat rumah korban, tiba-tiba saja tumbang dan menimpa kandang ternaknya. Ketika itu Ne` Lai tengah menyiapkan makanan untuk ternak babinya.
Menyusul kejadian ini, Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Matius M Tappi meminta masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati di musim penghujan seperti sekarang.
”Jenazah korban disemayamkan di rumah duka di Rembon, sambil menunggu kesepakatan keluarga untuk pemakamannya,” kata Matius Tappi.
Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ny Rospita N Biringkanae telah datang ke rumah duka. Mereka menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa untuk keluarga korban.
Dalam kesempatan itu, Nicodemus mengingatkan rakyatnya agar berhati-hati dalam beraktifitas. Sebab hujan deras disertai angin kencang tidak diketahui kapan terjadinya. Dalam situasi seperti ini, bencana longsor juga mengancam.
Sementara di Soppeng, sebuah rumah warga hancur tertimpa pohon tumbang. Pemilik rumah Imelle (60), bersama cucunya Fadli (13) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Latemmamala, Soppeng untuk mendapat perawatan medis. Keduanya mengalami luka serius di kepala dan kaki.
Kades Leworeng Rusdi, mengatakan kedua warganya yang menjadi korban telah dievakuasi untuk dilakukan penanganan medis di rumah sakit. Karena peristiwa ini, korban mengalami kerugian hingga ratusan juta.
Dalam beberapa hari terakhir, hampir setiap hari angin kencang disertai hujan deras intens terjadi. Terutama pada sore hari.
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Sulsel menyebut kondisi cuaca di kawasan Ajattappareng saat ini pada umumnya hampir sama dengan Makassar. Prakirawan BMKG Sujarwo mengatakan, secara keseluruhan wilayah Sulsel masih berada puncak musim hujan.
Namun, prakiraan cuaca dalam tiga hari ini, kondisinya sudah tidak seekstrem beberapa hari lalu. Kendati demikian, kata Soejarwo, masyarakat tetap masih perlu mewaspadai angin kencang dan curah hujan yang cukup lebat.
Kecepatan angin di wilayah Ajattapareng pada umumnya antara 10-35 knot per jam. Sementara curah hujan di kisaran sedang, yakni 30-50 mm. Tinggi gelombang di wilayah Ajattapareng tidak terlalu ekstrem, yakni 1-2 meter.
Masyarakat masih diimbau tetap mewaspadai kondisi cuaca yang terjadi saat ini. Apalagi, hingga pertengahan Februari mendatang, puncak musim hujan masih terjadi. (smr-gus-fir-rhm/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top