Gojentakmapan

Balai Jalan Nasional Abaikan Jalan Berlubang

BKM/KR KULLE BERLUBANG -- Jalan berlubang dan digenangi air di Jalan Lanto Daeng Pasewang Kilometer 91. Untuk menghindarkan para pengendara agar tidak terperosok ke dalam jalan berlubang ini, telah dipasangi marka jalan bertuliskan hati-hati jalan berlubang.

JENEPONTO, BKM — Saat melintas di Kabupaten Jeneponto tepatnya di kota Bontosunggu, Jalan Lanto Daeng Pasewang kilometer 91, Lingkungan Karisa, para pengendara akan menjumpai jalan berlubang bagai kubangan kerbau.
Air menggenangi jalan berlubang tersebut. Sehingga ini rawan menimbulkan terjadinya kecelakaan lalulintas (Lakalantas). Karena para pengendara baik motor maupun mobil akan mudah terperosok masuk ke jalan berlubang tersebut.
Sementara Balai Jalan Nasional yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan poros ini terkesan acuh dan mengabaikannya. Padahal, jalan ini sudah cukup lama dibiarkan berlubang.
”Saya menilai Balai Jalan Nasional cuek, tutup mata dan melakukan pembiaran terhadap kondisi jalan poros ini,” gerutu Kepala Lingkungan Karisa, Anwar ketika ditemui BKM di lokasi jalan berlubang itu, Senin (6/2).
Ditambahkan, pada Minggu (5/2), ada seorang ibu yang mengendarai motor terperosok ke lubang ini. Akibatnya, ibu tersebut terjatuh. Tangannya patah dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
”Kejadian seperti ini hampir setiap hari terjadi di jalan berlubang ini. kami minta Balai Jalan Nasional untuk dapat segera memperbaikinya demi menghindari timbulnya korban jiwa,” ujar Anwar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Daerah (Kadis PUD) Jeneponto, Malik Situju, mengatakan, pihaknya sangat memaklumi keluhan masyarakat. Bukan saja di jalan dalam kota Bontosunggu yang berlubang dan tergenang, tapi juga di tempat lain, seperti di Kampung Boyong, Kecamatan Tamalatea dan Kampung Nasara, Kecamatan Bangkala, perlu perbaikan jalan dan meninggikan bahu jalan.
”Tapi kami tidak berkutik karena jalan nasional bukan kewenangan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas PUD Jeneponto. Namun demikian, kami akan menyurati Balai Jalan Nasional untuk segera melakukan perbaikan,” tutur Malik.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jeneponto, Muh Arfan Sanre, mengatakan, pihaknya merasa sangat kasihan melihat kondisi jalan yang banyak rusak dan berlubang serta digenangi air.
Kondisi ini rawan menimbulkan terjadi Lakalantas. Bahkan, mobil dan motor sangat sulit untuk melewati jalan ini. Apalagi saat dilanda air bah. ”Makanya, kami minta dilakukan peninggian bahu jalan untuk mengantisipasi air bah,” akunya. (krk/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top