Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Air Bersih – Berita Kota Makassar
Metro

Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Air Bersih

MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, mencatat usulan pembangunan infrastruktur dan sarana air bersih serta kesehatan masih mendominasi aspirasi warga yang disampaikan saat reses bersamaan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang), yang berlangsung selama sepekan.

Seperti kegiatan musrembang di daerah pemilihan (Dapil) I meliputi Kecamatan Ujung Pandang, Makassar dan Rappocini, warga meminta agar pembangunan infrastruktur dan sarana publik tidak dibeda-bedakan dengan kecamatan lain, seperti jalan.
Begitupun kegiatan musrembang di daerah pemilihan IV meliputi Manggala, Panakukang. Warga mengkritisi soal Infrakstruktur dan sarana air bersih yang belum maksimal. Termasuk musrembang di Dapil Makassar III Biringkanayya, Tamalanrea yang mengeluhkan soal perbaikan jalanan dan buruknya drainase sehingga banyak menimbulkan banjir dan buruknya kondisi jalan.
Sedangkan di Dapil Makassar II meliputi Bontoala, Wajo, Tallo, Ujung Tanah, warga mengeluhkan buruknya pelayanan kesehatan yang masih dirasakan warga.
Ketua RW 02 Kelurahan Lariang Bangi, Sahrining mengatakan, memasuki musim hujan kantor kelurahan yang ada didaerahnya kerap tidak maksimal pelayanannya, karena atap kantor lurah yang bocor dan belum juga direhabilitasi. “Katanya pemerintah memaksimalkan pelayanan, tapi kenapa kantor lurah sebagai ujung tombak pelayanan tidak diperbaiki. Seharusnya musrembang adalah waktunya memperhatikan konsidi yang dirasakan warga khususnya pembangunan,” ujaranya saat menyampaikan reses terakhir dihadapan dewan, Sabtu (4/2) lalu.
Bahkan, tambah Sahrining, banyak warga kecewa atas seringnya pelayanan terganggu. Saat musim hujan tiba maka seluruh peralatan yang digunakan untuk melayani masyarakat di kantor lurah harus diamankan agar tidak rusak. “Kita mendesak agar legislator memperhatikan sejumlah pembangunan infrastruktur yang tidak rampung seperti di Jalan Gunung Lokon tembus Jalan Sungai Pareman lorong 58,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Makassar, Eric Horas mengatakan, pembangunan infrastruktur di dalam Kota Makassar dilaksanakan secara bertahap. Hal itu kata dia, karena ketersediaan anggaran pemerintah kota yang tidak mencukupi.
“Usulan dari warga tidak langsung diloloskan begitu saja, sebab akan melalui tahap Verfikasi untuk dinilai apakah mendesak dan tidak. Itupun disesuaikan dengan anggaran Pemerintah Kota,” jelas Eric.
Sementara itu, saat reses di Dapil Makassar 3 meliputi Biringkanayya, dan Tamalanrea, sejumlah anggota dewan yakni Mario David, Muhammad Iqbal, Andi Hasir, Melani Mustari, Lisdayanti Sabri, Abdi Asmara, H Syarifuddin, Sangkala Saddiko, Abdul Wahid, Andi Abdul Kadir menyempatkan berikan bantuan yang diperlukan untuk masyarakat yang tertimpa musibah angin kencang dan banjir.
Terpisah, sejumlah warga yang bermukim di perumahan Taman Yasmin, Kelurahan Mappala, sekitar Jalan Inspeksi Kanal mengeluhkan kondisi jalan dan kanal yang tidak dipagari. “Sudah lama seperti ini. Itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas. Mestinya problem ini menjadi perhatian serius pemerintah Kota Makassar,” tegas salah satu warga di Perumahan Taman Yasmin, Syamsul Rizal, kemarin.
Syamsul mengungkapkan, jalan inspeksi ini harus diberikan pagar pengaman. Karen kondisinya sangat rawan terjadi kecelakaan. “Sejak inspeksi kanal dibangun belum pernah dipagari. Sudah ada beberapa kejadian kendaraan terjatuh ke dalam kanal. Apakah nanti ada korban jiwa baru dilakukan pemagaran,” harap Syamsul. (ita-ucu)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top