Maling Diamuk Massa, Kapolsek Terluka – Berita Kota Makassar
Headline

Maling Diamuk Massa, Kapolsek Terluka

MAKASSAR, BKM — Kompleks Pasar Pannampu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo gaduh. Warga pasar memergoki seorang maling yang aksinya sudah sangat meresahkan.
Aksi massa tak terhindarkan. Pedagang tak segan-segan menyerang pelaku. Bahkan ada yang menggunakan senjata tajam. Jumlah mereka cukup banyak. Bogem mentah dan tendangan silih berganti menghantam sekujur tubuhnya.
Belakangan, identitas pria itu tertungkap. Namanya Sukri (34). Warga Jalan Pamolongan RT 003/RW 004, Kelurahan Barabaraya Utara, Kecamatan Makassar.
Warga yang sudah tersulut emosinya menjadikan korban sebagai bulan-bulanan. Salah seorang diantaranya mencoba menyerang pelaku menggunakan senjata tajam.
Beruntung, di saat-saat kritis itu Kapolsek Tallo, Kompol Tamba Hamid tiba di lokasi. Mengenakan pakaian seragam polisi, kapolsek berhasil menghindarkan pelaku dari serangan warga. Beberapa kali Kompol Tamba Hamid menangkis serangan benda tumpul dan tajam dari pedagang pasar dan warga lainnya.
Sebuah serangan dari arah belakang hendak menikam pelaku. Kapolsek yang melihat seseorang hendak menusukkan pisau ke pelaku, langsung bergerak refleks. Ia memegang tangan warga lalu menyita pisau yang dipegangnya.
Kapolsek sempat terluka akibat serangan tersebut. Lengan dan pinggangnya tergorer. Seragamnya juga robek. Aksi warga berhasil diredam. Kapolsek dan anggotanya kemudian mengevakuasi pelaku keluar dari kerumuman warga.
Dalam kondisi terluka dan berlumuran darah, pelaku kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Peristiwa yang nyaris merenggut nyawa Sukri ini berlangsung, Sabtu (4/2) pukul 17.30 Wita. Di depan warga, Kapolsek Tallo berjanji akan memproses pelaku.
”Waktu tiba di lokasi, ratusan warga sudah mengepung pelaku. Kita agak kesulitan untuk menembus kerumunan warga. Jiwa pelaku terancam. Saya melihat ada salah seorang penyerang yang datang dari belakang mencoba menusuk pelaku menggunakan pisau. Refleks saya memegang tangan orang itu dan mengambil pisau yang dipegangnya. Ada luka gores di lengan dan pinggang. Baju seragam saya robek,” ujar Kompol Tamba, kemarin.
Sebagai aparat penegak hukum dan pengayom masyarakat, Kapolsek Tallo punya alasan menghindarkan pelaku dari amukan massa. ”Negara kita negara hukum. Bukan berarti polisi melindungi pelaku kejahatan. Biarkan proses hukum yang berjalan. Janganlah kita menghakiminya. Apalagi sampai meninggal. Serahkan ke polisi. Kami akan tindak tegas pelaku sesuai dengan perbuatannya,” janjinya.
Selain pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi. Yakni dua jerigen ukuran 10 liter yang berisi minyak kelapa. Sebilah parang berbentuk badik. Satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya.
Kompol Tamba menjelaskan modus pelaku. Dia beraksi ketika barang milik pedagang diturunkan dari mobil. Ia bertindak seolah-olah sebagai pemilik barang. Setelah merasa aman, Sukri langsung menenteng dua jerigan berisi 20 liter minyak kelapa. Selanjutnya dinaikkan ke atas motor.
”Aksinya tepergok saat menaikkan jerigen berisi minyak kelapa ke atas motor. Warga langsung menghakiminya beramai-ramai,” terang Kapolsek.
Dihadapan polisi, Sukri mengaku melakukan pencurian lantaran disuruh. Ia juga berdalih baru kali ini mencuri.
”Berdasarkan pengakuannya, baru pertama kali melakukan pencurian. Tapi menurut pedagang, aksi pencurian barang dagangan mereka sudah kerap terjadi. Kasusnya masih kita dalami,” tandas Kapolsek. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top