Gojentakmapan

Longsor di Lonjoboko, Tutup Jalan Dusun

GOWA, BKM — Masyarakat Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, dikejutkan dengan terjadinya longsor di sekitar tempat tinggal mereka. Longsor yang terjadi pada Sabtu sore (4/2) sekitar pukul 17.00 wita, telah mengakibatkan akses jalan Dusun Kampung Beru, terputus beberapa jam.
Kendati tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi lainnya, namun masyarakat diimbau untuk lebih waspada dengan kondisi cuaca yang ekstrem saat ini. Syamsir (28), Kasi Pemerintahan Kantor Desa Lonjoboko yang menyaksikan longsor itu mengatakan, sekitar pukul 17.00 Wita sore, longsor terjadi begitu saja disertai runtuhan batu.
Berselang dua jam kemudian setelah pihak pemerintah desa melapor ke pemerintah kabupaten maka digerakkan satu unit alat berat eskavator merk Komatsu. Beberapa jam kemudian, akses jalan poros desa ini dapat dibuka kembali. Kendaraan yang sejak pagi jelang siang terjebak kemacetan dari berbagai poros jalan mulai bisa dibuka kembali dan arus lalulintas pun mulai tak macet lagi.
Alat berat eskavator berhasil menyingkirkan tumpukan material tanah longsor. Namun material batu yang turut jatuh dari daerah ketinggian masih berada di badan jalan karena alat eskavator tidak mampu mendorong.
Kapolres Gowa, AKBP Ivan Setiadi yang dikonfirnasi melalui Kasubag Humas Polres Gowa, kemarin, mengatakan, kejadian tanah longsor tersebut disebabkan cuaca yang tidak mendukung serta struktur tanah yang berbukit.
Tapi diingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap hati-hati. Sebab, tidak menutup kemungkinan kejadian seperti ini bisa saja kembali terjadi. Mengingat, meningkatnya curah hujan disertai angin kencang.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dimintai komentarnya, mengatakan, dirinya sudah menyampaikan sejak hari Senin saat coffee morning, agar semua SKPD terkait (BPBD, PU, DLH dan seluruh camat untuk standby selalu. Apalagi HP wajib aktif 24 jam dan selalu saling koordinasi jika membutuhkan bantuan.
”Mari kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT, agar Gowa dan Sulsel terhindar dari bencana alam, serta kita semua harus tetap berhati-hati dan berharap cuaca ekstrem segera berlalu. Amin,” kata bupati.
Sementara itu, untuk membersihkan bekas runtuhan rangka dan atap tribun Lapangan seyekh Yusuf dan ratusan pohon yang tumbang, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, H Muchlis bersama seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Gowa, melakukan kegiatan sapu bersih pada Sabtu (4/2).
Pembersihan pohon tumbang telah dilakukan sejak Jumat siang hingga Minggu (5/2). Menurut Kabag Humas dan Kerjasama Setkab Gowa, Abdullah Sirajuddin, pada kegiatan kemarin melibatkan para pejabat dan pegawai beberapa SKPD.
Dari aksi bersih ini hampir semua SKPD dilibatkan, di antaranya jajaran Dinas Pekerjaan Umum yang menurunkan 22 armada pengangkut sampah, satu loader, dan satu orang pemanjat pohon, serta petugas penyapu dari dinas kebersihan.
Selain di kawasan kantor bupati Gowa, aksi bersih-bersih juga dilakukan di beberapa titik di Kecamatan Somba Opu. Abdullah Sirajuddin juga berpesan agar masyarakat tetap berhati-hati dengan cuaca yang tidak bersahabat saat ini.
”Pemerintah Kabupaten Gowa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat prediksi dari analisis Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk beberapa hari ke depan Sulsel akan dilanda cuaca ekstrem dan Gowa bersama Makassar dan Maros termasuk dalam kategori daerah rawan itu,” kata mantan camat Somba Opu ini.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengimbau agar dengan adanya bencana angin puting beliung yang telah merobohkan bangunan permanen tribun lapangan upacara serta menumbangkan banyak pohon besar di pinggir jalan, masyarakat Gowa diajak tetap waspada, selalu berdoa dan berzikir kepada Allah SWT.
”Kita berharap, agar Gowa dan Sulsel terhindar dari bencana alam. Mudah-mudahan cuaca ekstrem segera berlalu. Amin,” ujar bupati. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top