Berita Kota Makassar | Dua Polisi Narkoba Dipecat
Sulselbar

Dua Polisi Narkoba Dipecat

VONIS -- Dua oknum anggota Polri menjalani Sidang di kantor PN Pinrang, Jumat (3/2). Brigpol Supardi dan Brigpol Edy Chandra divonis berdua selama 18 tahun penjara.

PINRANG, BKM — Dua oknum polisi yang bertugas di dua Polres berbeda Brigpol Supardi anggota Polsek Baranti Polres Sidrap dan Brigpol Edy Chandra anggota Sabhara Polres Mamasa, Sulbar dipastikan dipecat setelah keduanya diajukan ke sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri.

Kepastian pemecatan dua oknum aparat ini setelah tersangkut kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 3,4 kilogram dan sidang putusannya juga sudah berkekuatan hukum tetap atau inkra di PN Pinrang, Jumat (3/2) lalu.
Dalam amar putusannya, keduanya dinyatakan bersalah dengan menjatuhkan hukuman berat selama 18 tahun penjara dan denda Rp2 miliar atau subsider 2 tahun tambahan kurungan.
Putusan itu, turun dua tahun lebih rendah dari tuntutan JPU Kejari Pinrang yakni 20 tahun penjara denda Rp 2 miliar subsider 2 tahun penjara.
Anggota Majelis Hakim Muh Firman Akbar, menegaskan jika perbuatan terdakwa Brigadir Supardi dan Edy Chandra tersebut telah melanggar pasal 114 ayat 2 UU RI tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika zat adiktif Amfetamin sabu (metamfetamina) jenis golongan I.
“Namun jika terdakwa tak mampu membayar denda, maka diganti atau subsidier dengan hukuman penjara 2 tahun,” ungkap Firman Akbar usai sidang putusan tersebut.
Firman menjelaskan lagi, dalam persidangan terungkap ada beberapa fakta hukum yang dilanggar dan memberatkan oleh kedua terdakwa.
“Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 ayat 2 Junto pasal 132 ayat 1 tentang pemufakatan dalam perilaku kejahatan,” jelas Firman.
Sementara Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulifar Siregar, SIk yang dikonfirmasi, mengaku belum menerima salinan putusan PN Pinrang terkait putusan tersebut.
Namun, atas putusan itu, selaku atasan langsungnya, Anggi memastikan sanksi berikutnya bagi Brigpol Supardi adalah PTDH. Namun hal itu, diserahkan sepenuhnya ke pihak Polda Sulsel untuk dilakukan sidang kode etik Polri.
“Itu sudah pasti, diatas hukuman 4 tahun itu sanksi PTDH, apalagi vonisnya 18 tahun penjara. Makanya, Sidang sanksi kode etik Polri soal pemecatannya kita serahkan ke Polda dan hasilnya nanti kita jalankan keputusannya,” tegas AKBP Anggi saat dihubungi selulernya, Minggu (5/2).
Kapolres Pinrang, AKBP Leo Joko Triwibowo, SIk. Meski bukan atasannya langsung, namun PTDH juga akan diberikan Brigpol Edy Chandra.
“Sisa kita kembalikan ke kesatuannya di Polres Mamasa Sulbar untuk diajukan sidang kode etik Polri,”tegasnya, Ahad kemarin.
Menurutnya, anggota yang dipecat itu tidak bisa dibina lagi. Bagi yang melanggar disiplin, apalagi melakukan tindakan pidana terlibat narkotika dipastikan diberi sanksi tegas, siapapun orangnya.
“Di Korps Bhayangkara, perilaku tersebut sudah tak bisa ditoleransi lagi karena justru terlibat bisnis narkoba hingga mencoreng institusinya,” lontar Leo Joko melalui selulernya. (ady/B)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top