Tamat 2013 dan 2015, Siswa SLB Belum Terima Ijazah – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Tamat 2013 dan 2015, Siswa SLB Belum Terima Ijazah

BKM/ALALUDDIN Sukriadi Azis

MAMUJU, BKM — Ombudsman Perwakilan Sulawesi Barat, menerima pengaduan dari sejumlah Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Provinsi Sulawesi Barat. Mereka mengadukan penundaan penerbitan ijazah siswa angkatan 2013 dan angkatan tahun 2015.
Asisten Ombudsman Sulbar, Sukriadi Azis, di kantornya, Rabu (1/2), mengatakan, kejadian ini bermula sejak tahun 2013 dan 2015. Sejumlah siswa SLB yang menjadi korban resah. Sebab, hingga hari ini mereka belum menerima ijazah sebagai bukti kelulusan. Bahkan, pada saat mendaftar di Sekolah Menengah Pertama (SMP), mereka hanya menggunakan surat keterangan kelulusan dari kepala sekolah SLBN Pembina Provinsi Sulbar. Dan hingga hari ini, siswa dari dua angkatan tersebut, belum mengantongi ijazah.
”Ini murni tindakan maladministrasi berat dan berpotensi tindak pidana pelanggaran Hak Azasi Manusia. Bisa dibayangkan siswa yang sudah tamat sejak tahun 2013 dan tahun 2015 tapi belum menerima ijazah. Salah seorang korban ME, yang sempat kami temui mengaku sangat resah. Sebab ia kerapkali ditagih di sekolahnya agar segera menyerahkan fotocopy ijazah. Bahkan ia terancam tidak diikutkan dalam proses ujian nasional tingkat SLTP jika tdk bisa melampirkan ijazahnya dari SLB tersebut. Kami dari Ombudsman berjanji akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” terang Sukriadi Azis.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar, Lukman Umar mengaku miris atas kejadian ini. Sebab kasus ini adalah yang pertama kali terjadi di Indonesia. Menurutnya, anak berkebutuhan khusus itu, idealnya mendapatkan perhatian khusus dalam hal pelayanan pendidikan. Tapi dengan kejadian ini, memberikan kesan tidak adanya perhatian.
”Setelah merampungkan data, kami akan segera melakukan pemanggilan kepala dinas pendidikan Provinsi Sulawesi Barat dan para pihak terkait. Selain itu kami juga akan segera melayangkan surat ke pimpinan Ombudsman Republik Indoensia di Jakarta, agar kasus ini ditindaklanjuti ke Kementerian Pendidikan dan Komnas HAM. Saya juga berharap ini tidak benar. Akan tetapi, jika penundaan tersebut demikian adanya, maka Ombudsman menilai Dinas Pendidikan Sulbar sangat keterlaluan dan terkesan tidak becus,” tegas Lukman. (ala/mir/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top