MTIR: Pedagang Sudah Bisa Berjualan – Berita Kota Makassar
Metro

MTIR: Pedagang Sudah Bisa Berjualan

MAKASSAR, BKM–Pengembang Makassar Mall atau Pasar Sentral, PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) berjanji segera memasukkan pedagang yang ada di luar gedung Pasar Sentral untuk mengisi kios dan lods yang telah disiapkan.
Apalagi, sebagian besar para pedagang telah menyelesaikan administrasi sewa kios dan lods dengan harga yang telah disepakati bersama PT MTIR.
Kuasa Hukum PT MTIR, Fanny Anggreani membenarkan hal tersebut. Menurutnya, secara administrasi para pedagang sudah resmi menempati kios dan lods di dalam gedung Makassar Mall dengan harga yang telah disepakati bersama, tanpa menunggu rapat bersama dengan Pemerintah Kota Makassar.
“Sebenarnya tidak ada masalah lagi, karena pedagang dan PT MTIR telah sepakati harga. Meski begitu, tidak ada masalah kalau pemerintah kota mau semua pedagang dan pengembang duduk bersama mencapai titik temu,” kata Fanny, Kamis (2/2).
Terkait dengan harga yang telah disepakati antara pedagang dan PT MTIR, Fanny belum bisa membeberkan termasuk rencana mengundang Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk duduk bersama. “Nanti kita cari jadwal yang tepat untuk mengundang pedagang dan pemerintah kota. Tidak menutup kemungkinan, rapat dilakukan ketika pedagang telah mengisi kios dan lods,” singkatnya.
Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meminta Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk segera memutuskan nilai jual lods di pasar terbesar Kawasan Timur Indonesia tersebut. “Pak Wali Kota putuskan saja harganya supaya jangan berlarut-larut, ” ungkap Syahrul.
Ketika ditanya harga ideal lods di pasar tersebut, Syahrul mengatakan, idealnya harga lodsnya itu dikisaran 40 juta per meter persegi atau dibawahnya.
“40 juta itu sudah bagus. Kalau bisa lagi dibawahnya, ” kata Syahrul.
Syahrul sebelumnya berharap agar persoalan Pasar Sentral bisa diselesaikan akhir tahun lalu. Namun ternyata harapan itu tidak bisa terwujud. Tarik ulur kepentingan, khususnya terkait persoalan harga menjadi permasalahan yang nyaris tidak berakhir.
Pengembang Makassar Tunggal Inti Raya (MTIR) sudah melakukan pertemuan dengan para pedagang untuk penetapan harga lods di Pasar Sentral yang ternyata harganya lebih besar dibanding nilai yang diusulkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel.
Berdasarkan hasil kajian Kadin, harga ideal yang bisa diberlakukan di pasar tersebut sekitar Rp30-35 juta per meter persegi. Namun, informasi yang didapat, ada kesepakatan tersembunyi jika MTIR dan pedagang menetapkan harga Rp65 juta per meter persegi.
Syahrul menyadari jika masalah yang ada di Pasar Sentral cukup pelik. Apalagi, pasar ini dibangun di dua periode kepemimpinan yang berbeda. Sehingga, dibutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Seperti diketahui, untuk menyelesaikan persoalan Pasar Sentral, Pemprov Sulsel mulai turun tangan dengan membentuk tim mediasi antara pedagang dan MTIR.
Namun hingga kini, belum ada kejelasan seperti apa kesepakatan antara para pedagang dengan MTIR terkait harga lods disana.(arf)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top