Empat Peluru untuk Begal ‘Pencabut Nyawa’ – Berita Kota Makassar
Headline

Empat Peluru untuk Begal ‘Pencabut Nyawa’

PINRANG, BKM — Jalan Swisbater, Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Rabu malam (1/2). Beberapa personel kepolisian berpakaian preman mendekati sebuah rumah warga setempat.
Rumah ini milik orang tua Zkf alias Krp (16). Zkf adalah salah satu dari dua pelaku begal yang ‘mencabut nyawa’ Muhammad Iksan (22). Warga Jalan Bulu Pakkoro, Kelurahan Temmassarangnge, Kecamatan Palateang, Kabupaten Pinrang itu meregang nyawa usai sebilah benda tajam ditusukkan ke dada sebelah kirinya tembus ke jantung. Peristiwa tragis tersebut berlangsung Sabtu malam (28/1) lalu.
Sayangnya, tim Resmob Polres Pinrang diback up tim khusus Polda Sulsel tak mendapati tersangka di rumah itu. Menurut pengakuan orangtuanya, Zkf bersembunyi di rumah kerabatnya di Polman, Sulawesi Barat.
Petugas langsung bergegas ke lokasi yang disebutkan orangtua Zkf. Anak yang masih di bawah umur dan masih berstatus pelajar SMP inipun berhasil diamankan. Polisi kemudian menginterogasinya.
Zkf mengakui perbuatannya telah membegal korban yang ketika itu tengah membonceng teman wanitanya. Namun ia tak sendirian. Melainkan berdua dengan rekannya bernama Syamsul Bahri alias Aco (25), warga Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Pinrang.
‘Nyanyian’ Zkf langsung ditindaklanjuti polisi. Kediaman Aco di Desa Bungi didatangi. Kali ini proses penangkapan tidak berlangsung mulus.
Sempat terjadi kejar-kejaran antara tersangka dengan petugas. Tersangka mengetahui kehadiran aparat yang hendak menangkapnya. Aco berusaha meloloskan diri.
Dalam situasi terkepung, ia melompat melalui jendela rumah. Namun polisi telah mengantisipasi segala kemungkinan. Begitu kedua kakinya menyentuh tanah, Aco langsung berhadapan dengan polisi.
Sekali lagi dia mencoba kabur dari sergapan petugas. Tak ingin perburuannya sia-sia, polisi bertindak tegas. Moncong pistol diarahkan ke tubuh korban. Tidak hanya sekali senjata polisi mengeluarkan pelor. Melainkan sampai empat kali. Masing-masing dua bersarang di kaki kiri dan dua lainnya di kaki kanan.
Aco pun tak berkutik. Usai menjalani perawatan medis, ia kemudian digiring ke Mapolres Pinrang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Lengkap sudah dua tersangka begal ini diamankan di kantor polisi.
Waktu sudah beranjak ke Kamis dinihari (2/2). Jarum jam menunjuk angka pukul 03.00 Wita. Pemeriksaan intensif dilakukan terhadap keduanya.
Kepada polisi yang menginterogasinya, Syamsul Bahri mengaku melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap almarhum Muh Iksan.
”Malam itu saya mencegat korban. Saya minta dia menyerahkan HPnya. Tapi korban tidak mau. Saya kemudian menusuk dadanya menggunakan pedang samurai kecil,” terang Aco.
Usai melakukan aksinya, Aco langsung kabur menggunakan sepeda motor Yamaha Mio warna hitam. Ia dibonceng oleh Zkf yang memang ditemaninya sejak awal. Keduanya melarikan diri ke arah Desa Bungi.
Interogasi petugas tak berhenti sampai disitu. Tersangka dicurigai telah melakukan tindak kriminal lain. Benar saja, tersangka Aco kembali mengeluarkan pengakuannya. Ternyata, tidak hanya sekali ia melakukan tindak kriminal jalanan di Bumi Lasinrang. Aco bertindak sebagai esekutor, sementara Zkf bertugas memboncengnya.
Kapolres Pinrang AKBP Leo Joko Triwibowo melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Nasir, membenarkan penangkapan dua tersangka begal sadis ini. Termasuk satu diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.
“Tersangka Aco terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas saat hendak ditangkap di rumahnya di Bungi. Alhamdulillah, kasus pencurian disertai kekerasan ini berhasil kita ungkap pelakunya,” ujar AKP Muh Nasir, kemarin.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan tim khusus Polda Sulsel yang memback up tim Resmob Polres Pinrang sukses mengungkap tersangka begal yang menewaskan satu orang korbannya.
”Lima hari setelah kejadian, dua tersangkanya berhasil ditangkap di dua tempat terpisah. Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengakui perbuatan. Mereka juga menyebutkan perannya masing-masing. Keduanya masih menjalani proses pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan,” terang Dicky.
Selain itu, tambah Dicky, tersangka juga mengaku sudah sering melakukan aksi begal di Pinrang. ”Jadi kedua tersangka ini sudah profesional dalam melakukan aksinya,” katanya.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya sebilah parang model samurai. Senjata tajam ini diduga digunakan tersangka menghabisi korban Muh Iksan.
Ada pula satu unit sepeda motor Yamaha Mio sporty. Kendaraan ini dipakai kedua tersangka saat beraksi.
Sebuah handphone merek Azus warna putih juga disita. Barang tersebut dirampas pelaku dari tangan korban. Ada juga jaket serta baju yang dikenakan tersangka saat melakukan aksinya. (ish-ady/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top