Metro

Dewan: Enam Figur Layak Jabat Sekkot

MAKASSAR, BKM–Pertarungan memperebutkan kursi Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar jelanglelang jabatan mulai memanas. Enam nama mulai dibicarakan di lingkungan Pemerintah Kota Makassar dan di DPRD Makassar.

Enam nama yang disebut-sebut yakni Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar, Muh Sabri, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar, Irwan Rusfiadi Adnan, Kadis Perizinan, Andi Bukti Djufri, Kadis Tenaga Kerja, A Irwan Bangsawan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Erwin Syafruddin Hayya serta Kepala Dinas Sosial, Mukhtar Tahir.
Di DPRD Makassar saja, sejumlah legislator mulai membicarakan keunggulan masing-masing bakal calon sekkot. Seperti yang diutarakan anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar, Abdi Asmara mengatakan, semua figur yang dibicarakan adalah sosok yang mempunyai pengalaman masing-masing. “Enam orang yang dibicarakan memang memiliki kredibilitas dan pengalaman sendiri-sendiri. Jadi termasuk sulit menentukan, namun beberapa figur yang dibicarakan itu akan terjaring tiga orang,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela reses di Biringkanaya, Kamis (2/2).
Bahkan tegas legislator Fraksi Demokrat itu, ada beberapa figur yang memang patut diusulkan seperti Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar, Muh Sabri yang sudah berpengalaman di bidang pemerintahan dan admistrasi, begitupun dengan Erwin Syafruddin Hayya yang cukup paham soal keuangan dan aset pemerintah kota.
“Pak Sabri dan pak Erwin semua punya kekuatan tersendiri. Seperti halnya Irwan Bangsawan yang kinerjanya bagus, tapi semuanya akan diseleksi oleh pemprov dan kemendagri,” katanya.
Hal yang sama dikatakan anggota Komisi A lainnya, Mustagfir Sabri. Menurut Moses panggilan akrabnya, keenam figur yang dibicarakan memang memiliki krebilitas tersendiri. Hanya saja memang, calon sekkot juga harus tahu pemerintahan dan mampu membenahi struktur organisasi di pemkot. “Orangnya harus paham roda administrasi di pemkot. Tentunya yang paham adalah orang yang berpengalaman seperti pak Erwin yang pernah mendapat penghargaan dari badan keuangan, termasukAndi Bukti yang gigih mau bekerja,” tuturnya.
Legislator Fraksi Hanura ini menambahkan, ada banyak yang perlu di benahi di pemkot, sehingga dengan adanya penjaringan calon Sekkot muncul penyegaran baru. “Semua pejabat yang telah memenuhi sarat berpeluang menduduki jabatan sekkot,” tambahnya.
Berbeda dengan anggota DPRD Makassar, Basdir.Menurut Basdir, siapapun calon adalah orang yang punya pengalaman dan tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.
“Tidak salah memang kalau enam figur itu sedang dibicarakan. Tapi satu yang ditekankan yakni komitmennya untuk tidak menjadikan jabatan hanya urusan pribadi, sebab jabatan sekkot merupakan roda kedua dalam menjalankan administrasi pemerintahan,” tegasnya.
Sehari sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memastikan segera menggelar lelang jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar dalam waktu dekat. Berbagai persaratan telah ditetapkan wali kota termasuk calon Sekkot Makassar harus bebas dari pungutan liar (pungli).
Persaratan lain yang masuk dalam proritas yakni calon sekkot harus memiliki pengalaman yang cukup di pemerintahaan, senior dalam kepangkatan atau dari kedudukan strategis.
“Pejabat yang memiliki integritas dan bebas dari pungli sangat berpeluang untuk ikut dalam lelang Sekkot Makassar yang akan segera kami laksanakan,” ujar Danny.
Selain bebas pungli, kriteria pejabat yang diharapkan dapat menggantikan posisi Ibrahim Saleh atau akrab disapa Ibe yaitu orang yang Sombere atau cukup dikenal dan diterima semua pihak baik dari internal pemerintah kota maupun masyarakat umum.
Pasalnya, tambah Danny, sebagai pemimpin khususnya di birokrasi, harus dapat memiliki sikap yang baik dan diterima dengan semua pihak. “Saya transparan dan terbuka bagi siapapun pejabat yang ingin ikut seleksi. Ini lelang terbuka dan siapapun yang memenuhi kriteria bisa ikut,” tegas Danny. (ita)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top