Aset Perbankan Sulsel Tertinggi di KTI – Berita Kota Makassar
Bisnis

Aset Perbankan Sulsel Tertinggi di KTI

BKM/CHAIRIL TERTINGGI -- Seorang teller di Bank Mega Makassar menghitung terlebih dahulu uang yang disetorkan nasabahnya. Selama 2016, aset perbankan di Sulsel tertinggi di KTI dan peringkat kedua di luar Pulau Jawa.

MAKASSAR, BKM — Kinerja ekonomi dan industri jasa keuangan di Sulsel menunjukkan perkembangan positif. Rata-rata, pertumbuhan ekonomi Sulsel dalam lima tahun terakhir mencapai 7,86 persen. Jauh dibanding rata-rata pertumbuhan nasional, 5,51 persen.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua, Bambang Kiswono, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulsel cukup berkualitas karena disertai inflasi terkendali 2,94 persen, lebih rendah dari inflasi nasional 3,02 persen.
Selaras dengan itu, pertumbuhan indikator utama perbankan Sulsel juga selalu tumbuh cukup tinggi di atas nasional. Pertumbuhan tersebut mendorong nilai aset perbankan Sulsel merupakan tertinggi di KTI dan peringkat kedua di luar Pulau Jawa.
”Pola pertumbuhan yang tinggi juga terjadi pada industri pasar modal dan keuangan non bank. Jumlah investor, rekening efek, dan nilai transaksi pasar modal tumbuh sangat signifikan di atas 50 persen. Demikian pula investasi dana pensiun, bahkan piutang perusahaan pembiayaan tumbuh lebih tinggi dibandingkan nasional,” papar Bambang, pada Peresmian Operasionalisasi Kantor OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua yang dirangkaikan pertemuan tahunan pelaku industri jasa keuangan Provinsi Sulsel 2017, Kamis (2/2).
Menurut Bambang, capaian-capaian tersebut merupakan modal yang baik untuk menapaki 2017 dengan optimisme tinggi. Ia pun telah menyiapkan beberapa program yang selaras dengan kebijakan OJK secara nasional, yang berfokus pada dua hal. Pertama, upaya meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam pembangunan ekonomi daerah. Kedua, upaya untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan.
Khusus bagian pertama, jelas Bambang, pihaknya telah menyiapkan beberapa inisiatif. Antara lain, mengoptimalkan beberapa program inklusi keuangan seperti program Laku Pandai, Simpanan Pelajar, Jaring, Asuransi Pertanian, ternak dan nelayan, dan pembentukan LKM.
Selain itu, OJK juga akan mendorong penyaluran KUR lebih banyak terarah pada sektor pertanian dan perikanan yang merupakan sektor strategis penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pembentukan inflasi disertai sebaran yang lebih merata di kabupaten dan kota.
”Masih banyak hal yang kami programkan, mulai dari mengoptimalkan TPAKD, perluasan akses keuangan masyarakat, memaksimalkan peran BPD, hingga mendorong pasar modal,” urainya.
Bambang menambahkan, tahun ini OJK juga akan menginisiasi program pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan, terutama UMKM. Ke depan, ia juga mengaku optimistis inklusi keuangan di Sulsel dapat meningkat lebih cepat melampaui target indeks inklusi keuangan yang ditetapkan pemerintah yaitu 75 persen di tahun 2019. (rhm/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top