Metro

SYL Singgung Tempat Pelantikan Pejabat

MAKASSAR, BKM — Setelah satu bulan tidak ada kejelasan, akhirnya Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengambil sumpah dan melantik pejabat eselon III dan IV lingkup Pemprov Sulsel.
Sebanyak 1.552 pejabat dilantik, Rabu (1/2) di Celebes Convention Centre. Dari ribuan pejabat yang dilantik itu, sebanyak 406 merupakan eselon III, dan sisanya 1.146 merupakan eselon IV.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pejabat Pemprov Sulsel dilantik di luar kantor gubernur Sulsel.
Terkait lokasi pelantikan, Gubernur Sulsel sempat menyindir kepala daerah yang kerap melakukan pelantikan di tempat yang tidak biasa.
“Tadinya mau lantik pejabat di atas perahu atau cari kuburan yang besar sedikit karena yang dilantik banyak, ” kata Syahrul usai prosesi pelantikan dan pengukuhan dilaksanakan.
Namun, dia segera menyambung pernyataannya dengan mengatakan, tidak cocok jika pelantikan pejabat dilakukan dengan cara seperti itu. Menurut orang nomor satu di Sulsel itu, jabatan adalah kehormatan.
“Seandainya bisa dilantik di atas awan saya akan lantik,” ungkapnya.
Jabatan, kata Syahrul bukan sekadar persoalan gaji dan kantor melainkan persoalan harga diri dan kehormatan.
Dia menekankan, tidak gampang menjadi seorang pejabat. Jabatan bukan hanya gubernur, wakil gubernur, dan sekda yang menentukan, tapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.
“Kerja baik, tulus, ikhlas, dan kerja keras, serta profesionalisme, itulah yang membawa kita kemanapun,” pesannya.
Ia juga menyampaikan beberapa hal yang harus dipahami oleh para pejabat yang baru dilantik. Antara lain, pemimpin harus bisa mengambil keputusan. Kalau tidak, ia akan berhenti di Eselon III dan IV. Keputusan yang diambil juga harus akurat dan benar. Kriterianya, jangan melanggar aturan dan etika.
“Jangan melarut-larutkan masalah, karena itu sama saja dengan mengambil keputusan yang salah,” kata Syahrul.
Selain itu, pemimpin juga harus mempertajam arah, target, dan tujuan pada semua tingkatan. Ini hanya bisa dilakukan jika pejabat tersebut menguasai tugas pokok dan fungsinya.
“Kalau ada pejabat Eselon III dan IV hanya datang ke kantor jam tujuh pulang jam empat tapi tidak melakukan apapun, salah itu. Yang harus diselesaikan hari ini, jangan ditunda besok,” tegasnya.
Syahrul juga meminta agar pembagian tugas dilakukan secara merata dan adil. Jangan mau jago sendiri untuk selalu dikatakan hebat.
“Pemimpin yang paling baik adalah pemimpin yang paling sedikit memerintah. Yang paling penting adalah harmonisasi, itulah yang kita capai di Sulsel,” imbuhnya.
Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu juga mengingatkan, kedisiplinan, kejujuran dan tidak korupsi akan menjaga jabatan yang telah diamanahkan. Dalam seratus hari ke depan, para pejabat diminta untuk telah menentukan arah, target dan tujuan yang akan dicapai.
“Pejabat dinilai karena integritasnya dan bagaimana ia membela rakyat. Bangun lapangan kerja lebih banyak dan jangan coba ada yang korupsi, suap, ataupun pungli. Jaga loyalitas pada tugas, fungsi, peranan serta aturan,” tegasnya.
Sekadar diketahui, pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
Kendati ribuan pejabat eselon III dan IV sudah dilantik, namun masih banyak posisi yang lowong. Baik jabatan eselon II, III, maupun IV. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top