Syahrul Minta Wali Kota Tetapkan Harga Lods – Berita Kota Makassar
Metro

Syahrul Minta Wali Kota Tetapkan Harga Lods

MAKASSAR, BKM — Hingga saat ini, belum ada keputusan terkait harga lods di Makassar Mal atau yang sering disebut Pasar Sentral.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meminta Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk segera memutuskan nilai jual lods di pasar terbesar Kawasan Timur Indonesia tersebut. “Pak Wali Kota putuskan saja harganya supaya jangan berlarut-larut, ” ungkap Syahrul usai melantik pejabat eselon III dan IV lingkup Pemprov Sulsel di gedung Celebes Convention Center, Rabu (1/2).
Ketika ditanya harga ideal lods di pasar tersebut, Syahrul mengatakan, idealnya harga lodsnya itu dikisaran 40 juta per meter persegi atau dibawahnya.
“40 juta itu sudah bagus. Kalau bisa lagi dibawahnya, ” kata Syahrul.
Syahrul sebelumnya berharap agar persoalan Pasar Sentral bisa diselesaikan akhir tahun lalu. Namun ternyata harapan itu tidak bisa terwujud. Tarik ulur kepentingan, khususnya terkait persoalan harga menjadi permasalahan yang nyaris tidak berakhir.
Sebelumnya, Makassar Tunggal Inti Raya (MTIR) sudah melakukan pertemuan dengan para pedagang untuk penetapan harga lods di Pasar Sentral yang ternyata harganya lebih besar dibanding nilai yang diusulkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel.
Berdasarkan hasil kajian Kadin, harga ideal yang bisa diberlakukan di pasar tersebut sekitar Rp30-35 juta per meter persegi. Namun, informasi yang didapat, ada kesepakatan tersembunyi jika MTIR dan pedagang menetapkan harga Rp65 juta per meter persegi.
Syahrul menyadari jika masalah yang ada di Pasar Sentral cukup pelik. Apalagi, pasar ini dibangun di dua periode kepemimpinan yang berbeda. Sehingga, dibutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Seperti diketahui, untuk menyelesaikan persoalan Pasar Sentral, Pemprov Sulsel mulai turun tangan dengan membentuk tim mediasi antara pedagang dan MTIR.
Namun hingga kini, belum ada kejelasan seperti apa kesepakatan antara para pedagang dengan MTIR terkait harga lods disana.
Sekretaris tim mediasi pemprov, Asmanto Baso Lewa mengatakan, tidak ada salahnya memberikan waktu kepada mereka. Apalagi mereka sendiri yang meminta.
“Lebih bagus lagi kalau mereka saling hitung. Jangan sampai harga dari kita, tetapi ada yang merasa dirugikan. Makanya ini bagus, karena mereka akan saling negosiasi,” jelas Asmanto.
Dia mengatakan, sebenarnya tim sudah punya tawaran harga. Hanya saja, ia enggan menyebutkannya. Alasannya, lebih baik menggunakan harga dari perhitungan masing-masing pihak.
Sebelumnya wali kota, sempat menegaskan menunggu undangan pihak pedagang dan pengembang MTIR untuk melakukan pertemuan pembicaraan masalah harga lods yang terakhir kalinya dan menjadi penetapan final. “Saya tinggal menunggu udangan dari pengembang dan pedagang. Pemkot Makassar tidak akan mengintervensi penetapan harga lods tersebut,” ujar Danny sapaan akrab wali kota. (rhm)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top