Headline

RS Medical Center Klaim Bongkar Bangunan Melanggar

MAKASSAR, BKM — Pihak Rumah Sakit (RS) Medical Center mengklaim telah melakukan proses perombakan bangunan akses jalan yang dinilai melanggar, baik oleh Pemkot Makassar maupun DPRD.
Pelaksana proyek RS ini, Hendrik menegaskan, tidak pelanggaran apapun yang dilakukan. Saat anggota dewan melakukan inspeksi mendadak (sidak) beberapa waktu lalu, mereka hanya meminta gambar sesuai izin yang dikeluarkan.
“Bangunan rumah sakitnya tidak melanggar. Hanya ada perubahan sedikit pada bangunannya. Kita tidak melakukan pelanggaran. Tapi DPRD dan Dinas Penataan Ruang hanya ingin memperjelas batas garis sempadan. Kita kerja sesuai gambar,” ujar Hendrik saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (1/2).
Hendrik juga mengaku telah dalam proses menyelesaikan gambar semula. Sebab dewan meminta gambar revisi untuk bangunan sebagai acuan pelaksanaan pembangunannya.
“Kemarin sudah dibongkar. Tinggal rampungkan acuan gambar. Sudah itu disesuaikan, sehingga minggu depan sudah bisa dilakukan pengecoran,” tambahnya.
Menurut Hendrik, memang ada pembicaraan tentang tenggat waktu 2 hingga 3 minggu untuk pembongkaran. Hanya saja, kata dia, tidak semua yang diinginkan bisa dilaksanakan. Sebagai pelaksana, dia hanya mengacu proposal dan IMB.
”Pernyataan hitam di atas putih itu tidak perlu. Kita sebagai orang timur hanya perlu bicara dan memegang kata-kata. Kita sudah sepakat mulut. Trotoar yang sebelumnya dibongkar, sudah diperbaiki dan bisa dilewati pejalan kaki,” terangnya.
Terkait ancaman Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang akan mencabut izin RS, Hendrik menegaskan, dirinya siap jika dimintai pertanggungjawaban. Dirinya tidak menutupi apapun, sebab RS Medical Center merasa tidak melakukan pelanggaran apapun.
”Kita tidak ada yang ditambahi dan tidak ada yang dikurangi. Jika semua izin diminta dewan atau wali kota, kita berikan. Kalau melanggar dari izin yang diberikan, silakan ditindaki,” tandasnya.
Kuasa hukum RS Medical Center, Aiswaria Amin, kemarin membantah bila kliennya belum melaksanakan perintah pembongkaran akses jalan masuk. Pihak pelaksana telah merealisasikan kesepakatan ketika anggota dewan dan Dinas Penataan Ruang melakukan sidak.
“Disepakati untuk dilakukan pembongkaran jalan masuk utama. Sebelum dilakukan sidak, klien kami sudah membongkarnya,” kata Ais, sapaan akrab Aiswaria Amin. (ita-mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top