Pusaka Palsu Ditebus di Kuburan, Rp73,6 Juta Raib – Berita Kota Makassar
Headline

Pusaka Palsu Ditebus di Kuburan, Rp73,6 Juta Raib

MAKASSAR, BKM — Penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Ujung Pandang, Rabu (1/2) memeriksa seorang perempuan. Namanya Raisa alias Ica (42).
Ibu rumah tangga ini baru saja dijemput dari sebuah rumah sakit di Makassar. Ica diperiksa terkait kasus penipuan yang dilaporkan Nuraeni (32), warga Pulau Lae-lae.
Ihwal perbuatan Ica bermula dari pemberian sebuah benda yang disebutkan sebagai pusaka. Benda pusaka yang belakangan diketahui palsu itu diserahkan di tempat pemakaman alias kuburan.
Yang kemudian menjadi masalah, karena pusaka palsu tersebut ditebus dengan mahar. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai angka Rp73,6 juta. Penyerahannya dilakukan oleh korban Nuraeni secara bertahap.
Oleh Ica, disebutkan jika benda pusaka itu berasal dari leluhur Nuraeni. Penyerahannya harus dilakukan Raisa sebagai perantara.
Perkenalan keduanya bermula dari pertemuan antara mertua Nuraeni dengan pelaku. Mertua Nuraeni merupakan juru kunci pemakaman tuas di Pulau Lae-lae.
”Sejak saat itu korban dan pelaku selalu menjalin komunikasi. Kepada korban, pelaku menyampaikan tujuannya datang ke pemakaman di Pulau Lae-lae. Katanya, korban memiliki harta kekayaan dari leluhur yang diziarahi pemakamannya,” kata Kanit Reskrim Polsek Ujung Pandang, AKP Laode Rahmat, kemarin.
Mendengar penjelasan itu, Nuraeni pun akhirnya tergoda. Merasa mendapat kesempatan, pelaku kemudian mengajak korbannya untuk ziarah ke pekuburan Kampala di Kabupaten Maros.
Mereka tiba di tempat itu pada malam hari. Tanpa menunggu waktu lama, Ica langsung memperlihatkan benda pusaka, yang menuturnya berasal dari leluhur Nuraeni.
”Saat itu juga pelaku menyerahkan benda pusaka tersebut kepada Nuraeni. Hanya saja, korban diminta memenuhi syarat. Yakni menyerahkan mahar,” ujar Laode menirukan pengakuan korban.
Keyakinan Nuraeni kian bertambah kuat. Tanpa pikir panjang, dia menyatakan bersedia memenuhi syarat mahar berupa uang.
Tahap pertama Nuraeni menyerahkan yang tunai Rp5 juta. Mahar ini disebutkan untuk dipakai membeli dua ekor kambing. Termasuk pelengkap sesejan sebanyak 12 item. Dari sejumlah syarat itu, ada tujuh emas serta berlian.
Berhasil memperdaya korbannya, pelaku kembali menggarap Nuraeni. Dia diminta lagi untuk menebus mahar senilai Rp21.800.000. Alasannya, akan dipakai membeli sapi buleng (albino).
Termasuk perlengkapan lainnya. Seperti pakaian manusia. Juga harus terlampir satu batang emas, tiga butir berlian, satu gelang dan dua buah keris.
Mahar ketiga yang harus ditebus korban adalah uang senilai Rp22.600.000. Uang ini untuk membeli sapi buleng serta pakaian manusia.
Setelah syarat tersebut dipenuhi, pelaku berjanji memberikan beberapa jenis pusaka kepada korban. Masing-masing tiga bilah keris, dua emas batangan berukuran kecil, satu gelang dan delapan biji koin emas.
Syarat terakhir, menyerahkan uang Rp24.200.000. Juga untuk membeli sapi buleng dan perlengkapan pakaian manusia.
Korban telah memenuhi semua permintaan mahar yang nilai totalnya sebesar Rp73.600.000. Benda pusaka yang dijanjikan pun kemudian diserahkan. Setelah itu pelaku meninggalkannya.
”Korban baru sadar telah ditipu setelah memeriksa barang yang diterimanya itu ke orang ‘pintar’. Ternyata itu benda pusaka palsu,” beber Laode Rahmat.
Mengetahui dirinya telah tertipu, korban kemudian mendatangi pelaku. Ia meminta agar uang yang telah diserahkannya dikembalikan.
Namun, uang puluhan juta itu telah dihabiskan untuk kepentingan pribadi pelaku. Ia beralasan mahar tersebut telah dipakai untuk membayar utang dan kebutuhan lainnya.
Senin (23/1) lalu pukul 22.40 Wita korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Ujung Pandang. Polisi kemudian menindaklanjuti laporan nomor: LP/26/1/2017/Restabes Mks/Sektor UP itu.
Penyidik baru memeriksa pelaku, kemarin karena sebelumnya ia menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dihadapan polisi, Raisa mengakui perbuatannya. Dia nekat menipu korban lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.
”Saya baru pertama kali melakukan penipuan, Pak. Itupun karena terdesak kebutuhan ekonomi,” ujar Raisa.
Ica yang hanya ibu rumah tangga biasa, mengaku sudah bersuami. Suaminya berprofesi sebagai pembuat sumur bor. Mereka memiliki tiga orang anak. Pekerjaan membuat sumur bor hanya sesekali ada. Kebutuhan sehari-hari mereka tak bisa dipenuhi dari pekerjaan sang suami.
”Tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, Pak. Suami saya kasihan hanya bekerja membuat sumur bor. Sementara anak saya iga orang. Anak saya terpaksa putus sekolah di kelas V lantaran kami tidak punya uang untuk membiayainya,” terang Raisa.
Meski begitu, polisi tetap melanjutkan proses hukum kasus ini. ”Dia (Raisa) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Berkasnya sementara dilengkapi untuk dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Kanit Reskrim, AKP Laode Rahmat.
Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Ananda Fauzi Harahap mengkonfirmasi kebenaran penanganan kasus ini. ”Korban melapor karena ditipu dengan benda pusaka palsu. Kerugian korban sebesar Rp73.600.000. Kasusnya masih dalam penyelidikan,” kata Kompol Ananda, kemarin.
Sebelumnya, keberadaan pelaku di rumah sakit sudah diketahui kapolsek. ”Saya sudah dapat informasinya kalau pelaku dirawat di rumah sakit. Ia diinfus dan tidak akan kabur. Saat anggota datang, dia tampak ketakutan. Sepertinya sudah sembuh,” tambah Kapolsek.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Pelaku tidak diperbolehkan pulang sebelum polisi menjemputnya. Tepat hari Rabu (1/2), tersangka dijemput lalu dibawa ke Mapolsek Ujung Pandang. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top