Pendamping Desa Agar Belajar Konsep Pedesaan – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Pendamping Desa Agar Belajar Konsep Pedesaan

MAMUJU, BKM — Pendamping desa yang ada di Provinsi Sulbar diharapkan untuk belajar konsep pedesaan. Tidak mesti hanya mempelajari konsep-konsep perkotaan. ”Saya berharap pendamping desa tak usah belajar tentang konsep kota. Tetapi belajarlah terus konsep desa. Itu bertujuan demi terciptanya desa yang andal,” tandas Ismail Zainunddin saat menyampaikan sambutan pada acara penandatanganan kontrak antara Pemprov Sulbar bersama Pendamping Profesional GSC dan Bangun Mandar yang berlangsung di auditorium lantai 4 kantor gubernur Sulbar, Selasa (31/1).
Ismail Zainuddin juga menekankan kepada seluruh SKPD lingkup Pemprov Sulbar agar menciptakan program lain yang dapat diintegrasikan dengan program Bangun Mandar. Sehingga program Bangun Mandar dapat berjalan sesuai harapan bersama.
”Kepada seluruh pendamping desa, saya mengharapkan tidak hanya melakukan pendampingan. Tetapi harus mempunyai inovasi di desa masing-masing, serta memiliki satu program unggulan yang dapat diandalkan dimasing-masing desa,” pinta Ismail Zainuddin yang juga pernah menjabat Plt Bupati Mamuju Tengah (Mateng).
Kepada pendamping desa yang juga merupakan inovator di desa masing-masing, diharapkan untuk memelihara dan menanamkan nilai-nilai positif yang hanya dimiliki di daerah pedesaan, seperti rasa persaudaraan yang tinggi, masih adanya nilai toleransi antar sesama, rasa gotong royong, nilai-nilai keagamaan yang masih kental.
Kepala BPMD Sulbar, Ridwan, melaporkan, kegiatan tersebut dalam rangka menjalin komunikasi dan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan Pendamping Profesional, Generasi Sehat dan Cerdas (GSC), dan Bangun Mandar dalam kerangka pemberdayaan masyarakat.
”Ini juga dalam rangka percepatan pendampingan desa serta fasilitas kegiatan generasi sehat dan cerdas, dalam rangka implementasi UUD Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Ini juga sekaligus untuk efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan, pembangunan dan pelayanan terhadap kepentingan umum masyarakat,” kata Ridwan.
Kegiatan tersebut dihadiri pendamping professional sebanyak, 275 orang, fasilitator Generasi Sehat dan Cerdas sebanyak 30 orang, dan fasilitator komunitas program Bangun Mandar sebanyak 74 orang. (ala/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top