Golkar Makassar Bahas Persiapan Pilwali – Berita Kota Makassar
Politik

Golkar Makassar Bahas Persiapan Pilwali

BKM/CHAIRIL BAHAS PILWALI--Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Kota Makassar Syamsuddin Kadir memberikan penjelasan kepada pengurus DPD II, terkait kesiapan Golkar menghadapi Pilwali Makassar disekretariat jalan Lasinrang, Rabu (1/2).

MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Makassar mulai membahas persiapan menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar yang akan digelar pada 2018 mendatang.
Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Kota Makassar Syamsuddin Kadir yang memimpin sekaligus memberikan penjelasan kepada pengurus DPD II, terkait kesiapan partai yang dipimpin Farouk M Betta guna menghadapi persiapan Pilwali Makassar disekretariat jalan Lasinrang, Rabu (1/2).
Sementara itu, peluang petahana Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto untuk kembali terpilih di Pilwali nanti masih terbuka lebar.
Hal ini lantaran tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya yang tergolong tinggi, menjadi modal penting menatap suksesi kepemimpinan lima tahunan sekali.
Mengacu hasil survei terbaru Jaringan Suara Indonesia (JSI), elektabilitas Danny, masih berada di atas dibanding figur lain yang disebut-sebut sudah mempersiapkan diri bakal maju di Pilwali. “Kalau Pilwali digelar hari ini, maka bisa dipastikan Danny menjadi pemenang. Selisih elektabilitasnya jauh menggungguli nama lain, seperti Syamsu Rizal dan Irman Yasin Limpo yang berada di posisi kedua dan ketiga,”ujar Supervisor Pemenangan JSI, Arif Saleh, Rabu (1/2).
Menurut Arif, mengacu hasil riset lembaganya yang melibatkan 440 responden, elektabilitas Danny stabil di angka 50 persen. Malah, hasil simulasi survei JSI, semakin sedikit kandidat yang maju, maka peluang keterpilihan Danny justru semakin besar. Bahkan memungkinkan menembus angka di atas 60 persen.
Trend elektabilitas itu, lanjut Arif, sejalan dengan angka sekitar 72 persen yang menginginkannya kembali terpilih.
Kendati demikian, Arif mengingatkan Danny agar tidak over convidence dengan pencapaian dan elektabilitasnya selama ini. Pasalnya, tahapan Pilwali yang masih lama, memungkinkan terjadi perubahan, terutama jika kandidat lain sudah memassifkan pergerakan sosialisasinya.
Apalagi, lanjut Arif, karakteristik pemilih perkotaan sangat berbeda dengan pemilih didaerah.
Begitu pun, wilayah perkotaan cenderung lebih mudah diakses para kandidat untuk menyampaikan pesan politiknya. Di samping tatap muka, juga penyebaran informasi sangat mudah di akses warga. “Tapi untuk ukuran kota seperti Makassar, kebanyakan calon pemilih menentukan pilihan berdasarkan program, kinerja dan visi-misi kandidat. Sisa bagaimana kemasan para kandidat menyampaikan pesan itu untuk meyakinkan calon pemilih,”paparnya
Bagaimana dengan pendamping Danny? Arif mengurai jika siapapun yang dipaketkan dengan petahana berlatar belakang arsitek itu, cenderung angkanya tetap stabil. Artinya, publik lebih melihat Danny dan tidak mempermasalahkan siapa yang dijadikan pendamping. “Hanya memang dari beberapa simulasi berpasangan, Danny-Ical paling diinginkan kembali berduet. Disusul Danny-Haris YL,”pungkasnya.
Arif menambahkan, di survei yang pengambilan datanya dilakukan akhir Desember 2016 tersebut, tidak bisa dijadikan kesimpulan akhir menggambarkan peta politik kedepannya. Melainkan hanya referensi untuk membaca atau mengetahui kekuatan masing-masing figur per hari ini. Pasalnya dinamika yang berkembang kedepannya sangat memungkinkan terjadi perubahan-perubahan dibanding dinamika saat pengambilan data survei.
Dosen politik UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad menilai paket Aliyah Mustika Ilham dengan Syamsu Rizal dapat menjadi ancaman bagi Danny untuk terpilih kembali pada periode kedua. “Jika Aliyah-Ical berpaket di Pilwali Makassar, maka peluangnya cukup besar. Alasannya, keduanya sosok politisi yang memiliki basis di Makassar, Aliyah di DPR RI dan Ical sebagai Wawali. Selain itu, pengaruh pak Ilham juga masih cukup kuat. Semestinya kalau mereka bakal maju maka perlu sosialisasi sejak awal,”pungkas Firdaus. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top