Berita Kota Makassar | Dua Tersangka Pecah Kaca Mobil Tewas Didor
Headline

Dua Tersangka Pecah Kaca Mobil Tewas Didor

MAKASSAR, BKM — Berakhir sudah sepak terjang dua pelaku aksi kriminal modus pecah kaca mobil ini. Mereka ditembak hingga tewas oleh tim Resimen Mobile (Resmob) Polrestabes Makassar. Tindakan tegas petugas diambil karena keduanya melakukan perlawanan saat dibawa untuk proses pengembangan kasus.
Keduanya adalah Akmaluddin alias Akmal alias Uddin alias Kai alias Koi (52), warga Jalan Paralele Tol Pontianak Timur. Satunya lagi Benny Sapalas alias Khoiril (37), warga Tanjung Darat Desa Jeruji Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Provinsi Kalimantan Barat.
Dari catatan kepolisian, Akmal dan Khoiril masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka terlibat dalam kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil linta provinsi.
Keduanya berhasil diringkus, Selasa (31/1) sekitar pukul 22.30 Wita. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi tentang keberadaannya pada sebuah rumah kos di Daya, Kecamatan Biringkanaya.
Tak menunggu lama, tim Resmob Polrestabes Makassar yang dipimpin AKP Edy Sabhara langsung bergegas ke rumah kos yang ditempati kedua tersangka. Pengepungan dan penggerebekan langsung dilakukan.
Betul saja, kedua tersangka berada di kos-kosan itu. Selanjutnya digelandang ke mapolrestabes guna menjalani pemeriksaan.
Di hadapan polisi, kedua tersangka mengakui perbuatannya melakukan pencurian dengan modus pecah kaca di Makassar. Salah satunya beraksi di kompleks ruko Topaz Jalan Boulevard, Kecamatan Panakukang Berlangsung pada hari Jumat (25/11/2016) sekitar pukul 13.00 Wita.
Barang apa saja yang berhasil dibawa kabur? Kedua tersangka menyebut tas berisi uang tunai. Di dalamnya berisi uang Rp400 juta. Satu unit handphone Blackberry Z10.
Tak sampai disitu, tersangka juga melancarkan aksinya dengan menggunakan motor. Kendaraan tersebut didapat dengan cara membeli.
”Saya pakai motor kalau beraksi. Motor itu saya beli untuk melancarkan aksi. Saya melakukannya lintas provinsi,” ujar tersangka.
Usai menginterogasi keduanya, tersangka kemudian dibawa untuk pengembangan. Mereka diminta menunjukkan lokasi melakukan tindakan kejahatannya.
Saat itulah tersangka berusaha lepas dari pengawalan petugas. Bahkan melawan polisi lalu mencoba melarikan diri.
Tak ingin tangkapannya kabur, aparat melepaskan tembakan ke udara. Dua kali pistol diarahkan ke udara, namun diabaikan. Keduanya terus berlari.
Petugas pun mengambil tindakan tegas. Langkah keduanya dihentikan dengan mengarahkan moncong pistol ke arah tubuh. Tersangka akhirnya tumbang berlumuran darah. Timah panas bersarang di bagian dada. Mereka pun meregang nyawa. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Rabu dinihari (1/2) .
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi yang dikonfirmasi membenarkan tewasnya kedua tersangka. ”Betul, dua tersangka curas ditembak. Keduanya tewas,” ujar Endi, Rabu (1/2).
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol H Burhanuddin dalam keterangan persnya, mengatakan kedua tersangka ditembak lantaran melakukan perlawanan. “Petugas terdesak saat kedua tersangka melakukan perlawanan. Meski diberi tembakan peringatan, namun tidak digubris. Petugas terpaksa menembak keduanya di bagian dada,” terang Burhanuddin. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top