UMI Kirim Dai Berdakwah di Empat Daerah – Berita Kota Makassar
Sulselbar

UMI Kirim Dai Berdakwah di Empat Daerah

TATOR, BKM — Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Dakwah (LPMD) Universitas Muslim Indonesia menurunkan 12 dari untuk berdakwah di Desa Binaan khususnya di empat daerah yakni Kabupaten Tana Toraja, Takalar, Maros dan Kabupaten Gowa.
Ketua LPMD UMI, Prof Dr H Salim Basalamah, SE.,MSi di depan peserta cuti da’I pimpinan UMI di Aula LPMD UMI, lt III, Selasa (31/1) menjelaskan cuti da’I yang akan dilaksanakan bulan Februari dengan menurunkan 12 dosen yang menjabat amanah dalam lingkup UMI.
Salim menambahkan LPMD telah melaksanakan berbagai dharma pengabdian pada masyarakat, baik yang memiliki perspektif keilmuan dan keimanan. Perspektif keilmuan diimplementasikan dalam pemberdayaan sosial-ekonomi bagi masyarakat desa tertinggal melalui pola Desa Binaan yang hingga kini jumlahnya mencapai 33 desa yang tersebar di sejumlah Provinsi di KTI.
Sedangkan perspektif keimanan dalam bentuk cuti da’i yakni menugaskan setiap dosen secara bergantian dalam waktu tertentu untuk melakukan pembinaan kerohanian pada desa binaan dan masyarakat umum.
Sementara Rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar
mengatakan pengabdian pada masyarakat merupakan hal yang harus dilaksanakan dosen UMI sebagai implementasi tri darma peguruan tinggi. Terlepas dosen yang menjabat pimpinan di UMI untuk melakukan kegiatan dakwah di desa binaan UMI. Masrurah menambahkan UMI sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta merupakan bagian intergral dari sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dengan melaksanakan tiga tugas pokok perguruan tinggi (Tri Dharma Perguruan Tinggi), meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan tidak meninggalkan ciri khas UMI sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah.
Berdakwah atau menyeru kepada kebaikan, beramar maruf nahi munkar adalah kewajiban setiap muslim, termasuk pimpinan UMI. Menjadi da’i bukan hanya profesi ustadz/ustadzah saja tapi kita semua hidup di dunia ini punya misi sebagai da’i.
”Apapun profesi kita, ada profesi yang seharusnya selalu melekat pada diri kita, yaitu sebagai da’i. Hidup itu pada dasarnya sebuah perjalanan menuju titik yang sudah pasti yaitu kematian,” jelas Rektor.
Menurutnya jangan takut mati, tapi takutlah pada kehidupan setelah mati, karena itulah akhir perjalanan hidup kita dan awal dari hidup kita yang abadi. Sehingga selama kita masih diberi umur di dunia, harus berusaha membawa “bekal” sebanyak-banyaknya, memberi kemanfaatn kepada orang lain dan sekitar kita. (ila)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top