Kasus Pungli Golongan Darah ke Penyidikan – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Kasus Pungli Golongan Darah ke Penyidikan

KEPENYIDIKAN -- Waka Polres Lutim, Kompol Armin Anwar didampingi Kaur Reskrim, Iptu Agusman saat melakukan jumpa persnya di kantornya, Senin (30/1)

LUTIM, BKM — Penyidik Polres Luwu Timur telah meningkatkan status kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) kegiatan pengecekan golongan darah plus pembuatan ID Card siswa dan guru serta pegawai dari penyelidikan ke penyidikan.
Ketua Tim Sapu bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli), Kompol Armin Anwar Senin (30/1) mengaku telah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan Pungli tersebut sejak, Kamis (26/1) lalu.
Menurutnya, setelah dilakukan permintaan klarifikasi sejumlah pihak terkait dengan adanya kegiatan pengecekan golongan darah maka status kasus dugaan Pungli telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.
“Penyidik baru saja melakukan gelar perkara dan berkesimpulan bahwa telah terjadi peristiwa pidana sehingga kasus ini ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” ungkap Armin.
Armin menambahkan, setelah dilakukan permintaan keterangan dari seluruh pihak terkait, maka penyidik nantinya akan menyimpulkan dan menetapkan siapa – siapa tersangka dari kasus dugaan Pungli tersebut.
“Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama kita bisa menetapkan siapa-siapa tersangka dari permasalahan tersebut,”tambahnya.
Dari 10 saksi yang diperiksa, tiga berasal dari pihak perusahaan dan tujuh orang dari sekolah. Kepala Dinas Pendidikan, La Besse berhalangan sehingga belum dimintai kelarifikasi.
“Insya Allah, pa Kadis dan beberapa pihak dinas Pendidikan lainnya rencananya akan kita undang kembali pada hari Selasa besok,” ungkap Armin yang didampingi Kaur Reskrim, Iptu Agusman.
Kadis Pendidikan Luwu Timur, La Besse tidak membatah soal adanya rekomendasi tersebut. Menurutnya, seluruh akibat dari rekomendasi itu akan menjadi tanggung jawab dirinya. “Rekomendasi itu benar dan untuk masalah ini saya yang tanggung jawab ndi,” ungkapnya.
Cek golongan darah ini, kata La Besse, bertujuan semata – mata hanya untuk mengetahui golongan darah saja. Itu dilakukan karena rupanya masih banyak para guru apalagi siswa yang saat ini belum mengetahui golongan darahnya.
“Semua sudah dihentikan, biaya tersebut kata pengelolanya untuk biaya pemeriksaan, pemotretan dan pembuatan kartu,” ungkap La Besse. (alp/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top