Danny Ancam Cabut Izin RS Medical Center – Berita Kota Makassar
Headline

Danny Ancam Cabut Izin RS Medical Center

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto kecewa. Diapun mengancam mencabut izin-izin Rumah Sakit (RS) Medical Center di Jalan AP Petta Rani.
Kekecewaan orang nomor satu di Makassar itu dipicu oleh penilaian lemahnya Dinas Penataan Ruang dalam mengambil tindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan pihak RS.
Wali kota yang akrab disapa Danny meminta kepada dinas terkait untuk fokus mengontrol pembangunan RS tersebut. Termasuk jangka waktu yang diberikan kepada pihak rumah sakit untuk membongkar bangunan yang melanggar.
”Kita lihat saja dulu. Kan sudah diberi waktu dua minggu. Kalau dia tidak bongkar, semua izin-izinnya kita cabut. Tidak ada toleransi lagi,” tegas Danny, kemarin.
Sejak Dinas Penataan Ruang bersama anggota DPRD Makassar turun ke lokasi, hingga kemarin belum ada perkembangan berarti. Khususnya akses jalan yang dijanjikan akan dibongkar sendiri oleh pengelola RS karena menyalahi aturan.
Dari pantauan BKM, aktifitas pembangunan RS Medical Center, utamanya di luar gedung masih berjalan. Para pekerja terlihat fokus menyelesaikan pondasi dinding sebuah bangunan di depan gedung RS Medical Center. Sementara akses jalan yang dinilai menutupi pedestrian masih dibiarkan.
Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar Ahmad Kafrawi yang dihubungi sebelumnya, menyatakan masih menunggu pihak RS untuk melakukan pembongkaran bangunan jalan yang cukup jauh keluar hingga menutupi pedestrian. Saat ini, tersisa satu minggu bagi pengelola untuk menunaikan janjinya.
“Kita tunggu saja dia bongkar sendiri. Sekarang ini kan belum cukup waktunya juga. Kita kasih dia dua minggu. Sekarang sisa seminggu lagi. Biarkanmi dia bongkar. Masa’ kita lagi yang mau bongkar. Ballassiki anggotaku itu,” cetus Ahmad Kafrawi, kemarin.
Jika sampai batas waktu yang ditentukan itu belum juga dibongkar, Ahmad Kafrawi berjanji akan melakukan pembongkaran dengan melibatkan Satpol PP.
Dia menjelaskan, di median halaman depan RS Medical Centre nantinya akan dibuat taman. “Depan tidak ada pagar. Itu taman. Tapi taman masuk dalam lahan pemilikan dari RS Medical. antara batas pedesterian dan tanah milik, tidak boleh ada pelanggaran garis sempadan pagar untuk pagar,” terangnya.
Soal tanggung jawab ini, Ahmad Kafrawi menyatakan ingin bukti. Dirinya tidak ingin ada upaya mencari beking untuk menutupi kesalahan.
”Kalau untuk bongkar-bongkar itu pekerjaan mudah. Tapi perlu penegasan aturan. Ada SOP yang diterapkan. Lakukan sesuai tanggung jawab,” tandasnya.
Dihubungi terpisah, Koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi, Musaddaq menilai, Dinas Penataan Ruang tidak tegas dan inkonsistensi dalam menerapkan aturan yang berlaku. Begitupun dengan wakil rakyat.
”Eksekutif dan legislatif terkesan tidak tegas dalam menjalankan fungsinya. Mereka tidak maksimal dalam menerapkan aturan. Sementara legislatif tidak maksimal menjalankan fungsi pengawasannya. Jadi wajar jika ada kecurigaan dari publik soal permainan yang terjadi antara pihak rumah sakit, DPRD dan SKPD terkait dalam melihat permasalahan yang ada,” tandasnya. (arf-rhm-jun/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top