Gojentakmapan

70-an Rumah di Kecamatan Lau Terisolir

MAROS, BKM — Sedikitnya 70-an rumah di Kelurahan Mattirodeceng, Kecamatan Lau terisolir akibat terendam banjir. Puluhan rumah ini berada di tiga lingkungan berbeda, masing-masing di Lingkungan Sampobia, Galaggara, dan Balombong.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mattirodeceng, Arie Purnama, saat mendatangi lokasi banjir mengatakan, banjir yang melanda tiga lingkungan di kelurahan ini berasal dari luapan aliran air sungai dari Bantimurung. Kondisi ini diperparah karena tiga lokasi langganan banjir tersebut memang sangat rendah.
”Tiga lingkungan di sana memang sudah menjadi langganan banjir tiap tahunnya. Selain karena hujan deras, daerah ini memang sangat rendah. Sehingga air sungai yang meluap setiap saat menggenangi rumah warga,” katanya, Senin (30/1).
Ia menyebutkan, kondisi terparah berada di Lingkungan Sampobia yang terdiri dari 54 rumah. Dimana, akses kesana nyaris terputus karena terendam banjir. ”Akses jalan kesana hanya ada satu dan itu memang menjadi langganan banjir. Karena tepat berada di pinggiran sungai. Warga mau tidak mau hanya bisa menggunakan perahu kalau mau keluar,” terangnya.
Menurut Arie, pihak pemerintah sudah berupaya menahan luapa air sungai dengan membuat tanggul sementara. Namun, air sungainya terlalu deras, hingga tidak bisa menahan air dari sungai.
Bahkan, tanggul yang dibuat dari karung berisikan pasir itu terseret ke tengah jalan. Akibat banjir ini, salah seorang warga lingkungan Sampobia, Sahuddin mengaku sangat terganggu. Apalagi bagi anak-anak sekolah yang harus menggunakan perahu untuk ke sekolahnya.
Ia berharap, pemerintah segera melakukan upaya untuk menanggulangi banjir yang meraka rasakan tiap tahun. ”Kami hanya kasihan sama anak sekolah, karena mereka harus naik perahu di tepian sungai yang airnya deras. Kami berharap pemerintah bisa segera berupaya untuk menanggulangi banjir ini,” ujarnya. (ari/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top