Metro

Saluran Air Solusi Genangan di Hertasning

MAKASSAR, BKM– Sejumlah genangan masih sering muncul setiap kali hujan turun di Kota Makassar. Genangan tersebut terjadi karena debit air melebihi kemampuan saluran air.

Pantauan BKM, Senin (30/1), sejumlah titik genangan masih terlihat di Jalan Veteran Utara, Veteran Selatan, AP Patta Rani, Jalan Yusuf Dg Ngawing tepatnya di depan rumah jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jalan Hertasning, Jalan Talasalapang, Jalan Skarda, Jalan Batua Raya 3, Jalan Moha Antang, Jalan Urip Sumoharjo depan Kantor Gubernur Sulsel dan Jalan Perintis Kemerdekaan.
Menurut rencana Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar sedang mengusulkan untuk membangun saluran air baru di dua titik di Hertasing dan di Kodam III, Kecamatan Biringkanayya.
Kepala Bidang Bangunan Air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Makassar, M Fuad Azis membenarkan jika masih ada titik genangan dan bahkan berpotensi banjir setiap turun hujan. Padahal, Dinas PU telah berupaya untuk meminimalisir terjadinya genangan dengan membentuk Tim Satgas Drainase yang betugas melakukan pengerukan sedimen di dalam drainase setiap saat.
Hanya saja, genangan dan banjir tetap saja terjadi karena pembuangan air atau penampungan air di kanal ataupun sungai sudah penuh. “Kita terget tahun ini membangun saluran air baru di titik langganan genangan air seperti di Jalan Hertasning dan Kodam III,” katanya.
Dinas PU Kota Makassar, jelas Fuad, telah mengusulkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk pembuatan saluran air menuju ke tempat pembuangan. Ketika anggaran dicairkan, Dinas PU segera membuka tender untuk pengerjaannya. “Kita sudah usulkan di APBD sebesar Rp500 juta untuk dua lokasi itu, dan tahun ini kita kerjakan. Di Jalan Hertasning itu anggarannya Rp300 juta dan Kodam III Rp200 juta,” sebutnya.
Terpisah, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Makassar, Hidayat mengatakan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, lima Kecamatan di Kota Makassar yang setiap tahun menjadi langganan genangan air dan bahkan banjir hingga beberapa meter berada di wilayah Kecamatan Tamalanrea, Kecamatan Biringkanayya, Kecamatan Manggala, Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Tallo.
Hanya saja tahun ini, sudah ada perubahan pada genangan air khususnya di Kecamatan Panakkukang tepatnya di ruas Jalan AP Pettarani. Perubahan yang dimaksudkan dimana air yang menggenangi ruas Jalan AP Pettarani tidak lagi berlangsung lama. Ketika hujan redah, genangan di ruas Jalan AP Pettarani segera turun.
Sementara itu, tambah Hidayat, untuk wilayah yang masih cukup parah terjadi genangan hingga lutut orang dewasa berada di Kecamatan Biringkanayya, tepatnya di Kodam III. Olehnya itu, BPBD Makassar rutin memberikan bantuan berupa logistik ataupun tenda.
“Untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Kota Makassar, BPBD membentuk posko di tiap Kecamatan rawan genangan. Selain itu, kita juga rutin melakukan koordinasi dengan Dinas PU untuk mengatasi permasalahan banjir,” sebutnya.
Sementara itu, sejumlah warga pengguna jalan mengeluhkan masih adanya genangan di ruas jalan. Kendaraan mrreka ada yang mogok saat melintasi genangan. “Baru hujan sebentar banjirmi, bikin mogok motor karena air kena busi,” jelas Malik dengan nada lantang.
Hal serupa juga diungkapkan Masyudi Firmansyah, salah seorang warga Jalan Talasalapang 2, Kompleks PK Blok H. Ia juga mengeluhkan genangan yang selalu terjadi di kompleks pemukimannya. “Ini salah pemerintah membiarkan membangun tanpa memperhatikan drainase. Ini akibatnya, setiap hujan terjadi banjir,” keluhnya. (arf-jun).

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top