Metro

Ombudsman Awasi Praktik Pungutan di UNBK

MAKASSAR, BKM –Lembaga pengawas kebijakan publik Ombudsman RI Wilayah Sulsel mulai mengawasi praktik pungutan jelang ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di seluruh sekolah di Sulsel.

Bahkan tak segan-segan Ombusdman melaporkan pungutan yang dibebankan ke orang tua siswa tersebut ke kepolisian dan kejaksaan.
Ketua Ombudsman RI Wilayah Sulsel, Subhan Djoer menegaskan, pengadaan komputer guna menunjang ujian nasional berbasis komputer yang dibebankan ke orang tua siswa bukan hal yang wajib serta tidak bisa dipaksakan.
“Kalau sekolah diperbolehkan meminta dan menerima sumbangan dari orang tua siswa untuk membeli sarana komputer di UNBK sepertinya itu memaksakan. Tapi setahu saya itu bukan permintaan sumbangan untuk pembelian, tapi permintaan kesediaan orang tua siswa untuk meminjamkan laptop milik anak didik untuk dipakai ujian sistem online,” ungkap Subhan kepada BKM, Senin (30/1).
Apalagi, jelas Subhan, tidak semua sekolah mampu menyiapkan sarana komputer sehingga untuk menyiasatinya yakni dengan cara meminjam laptop siswa. “Belum semua sekolah mampu menyiapkan komputer/laptop, sehingga diperbolehkan meminjam laptop milik orang tua siswa dipakai ujian. Tapi kalau ada permintaan sumbangan untuk membeli tentu menyalahi aturan,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Sulsel terus melakukan persiapan menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2017.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, sarana dan prasarana terus disempurnakan.
“Sarana dan prasarana sudah disiapkan sisa beberapa hal kecil yang kita akan penuhi, ” kata lelaki yang akrab disapa None itu, kemarin.
Dia mengemukakan, tahun ini, seluruh SMK di Sulsel akan menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Jumlah SMK se Sulsel sebanyak 320 sekolah. Sementara untuk SMU sekitar 50 persen dari sekolah yang ada atau sekitar 167 sekolah. Sementara sisanya tetap menyelenggarakan UN secara manual. Total jumlah siswa yang akan mengikuti UN menurut None, hingga saat ini masih didata.
Untuk sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UNBK, mantan Kepala Badan Diklat itu berusaha memaksimalkan fasilitas jaringan yang memang menjadi kunci suksesnya pelaksanaan UN.
“Persoalan jaringan kami akan secepat. Mungkin meminta kepada PLN maupun otoritas jaringan apakah Telkom atau yang lainnya, ini perhelatan nasional kita harus sama-sama menjaga hal-hal tersebut tidak distorsi,” kata None.
Menurut rencana, UN untuk SMA/MA/SMK akan dilaksanakan dua gelombang, pada 3-6 April 2017 dan 10-13 April 2017.
Sistem dua gelombang tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masalah kekurangan komputer. (rhm-jun)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top