Headline

Obati Pasien Sejak Duduk di Bangku SMP

IST KELUARGA PASIEN -- Teteh Mayang (berkerudung merah) bersama pasien dan keluarganya yang telah berhasil disembuhkan.

TERNYATA, sebelum menjadi seorang pengobat herbal andal, Teteh Mayang telah berhasil mengobati banyak orang ketika dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keberhasilannya mengobati teman-teman dekatnya, memacu dirinya untuk eksis menggelutinya secara serius.

Laporan: Amiruddin Nur

”MUNGKIN dari kecil sering meracik ramuan atau herbal untuk bantu-bantu orangtua, sehingga aku menjadi begitu akrab dengan tanaman herbal. Apalagi ketika masih duduk di bangku SMP, aku sering ngobatin teman-teman sekolah. Biar asal-asalan, tapi Alhamdulillah sembuh,” tuturnya.
Seiring perjalanan waktu, saat mulai dewasa, Teh Mayang mulai berpikir untuk konsen di bisnis pengobatan herbal ini. Waktu itu ia membuka pengobatan khusus wanita. Namanya bukan Teh Mayang. Tapi pengobatan alternatif ‘Jaga Raga’.
”Klinik pengobatan ini punya orangtua. Aku cuma bantu-bantu aja pengobatan berbagai macam penyakit. Banyak pengalaman berhasil aku dapatkan selama bekerja tiga tahun di tempat ini,” ujarnya.
Setelah memiliki pengalaman yang cukup, Lilis mulai merintis pengobatan herbal, sama seperti yang dilakoni ayahnya. Bedanya, ayahnya tetap memasang namanya pada usaha pengobatan yang dikelolanya, yakni H Suhendar. Tapi Lilis memilih menggunakan nama lain.
”Nama aku sebenarnya Lilis Budiawati. Tapi pada usaha pengobatan yang aku kelola, aku menggunakan nama Teh Mayang. Karena kalau menggunakan nama asli aku sendiri kurang menjual. Karena aku orang Sunda dan leluhurku dari Pajajaran, maka aku ngambil nama Teteh Mayang yang akrab disebut orang Teh Mayang,” kata putri sulung pasangan H Suhendar dan Neneng Maryati (almarhumah).
Teh Mayang, diakuinya, hanya sebagai brand. Nama tersebut sudah ia pakai sejak pertama kali buka pengobatan herbal khusus wanita sepuluh tahun lalu,.
Mudahnya nama Teh Mayang disebut, membuat pengobatan herbal ini jadi begitu gampang diterima dan diingat masyarakat. Sehingga klinik pengobatan Teh Mayang bisa tetap bertahan hingga sekarang.
Bahkan, pengobatan Teh Mayang tidak hanya dapat dijumpai di Jakarta. Tapi juga di berbagai kota terkemuka di Indonesia. Termasuk diantaranya Kota Makassar.
Guna semakin mengenalkan keberadaan Klinik Pengobatan Teh Mayang, selain beriklan, juga melakukan kerja sama siaran dengan stasiun televisi swasta.
”Syukur Alhamdulillah, Klinik Pengobatan Teh Mayang telah hadir di sepuluh kota terkemuka di Indonesia. Pembukaan kantor cabang ini sendiri dimaksudkan untuk makin mendekatkan dan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pengobatan kami,” jelasnya.
Jika dibandingkan ketika klinik pengobatan herbal Teh Mayang pertama kali buka sepuluh tahun silam, jumlah pasien yang datang berobat boleh dikata terus mengalami peningkatan. Makin banyaknya klinik pengobatan yang juga menggunakan ramuan herbal dalam mengobati pasiennya, tentu saja memberi kesempatan kepada para pasien untuk menilai. Mana klinik yang hanya memberi janji, dan mana yang memberi bukti.
”Sekarang ini pengobatan herbal di tanah air semakin banyak. Tapi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kami di Teh Mayang. Dengan demikian, tentu kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menunjukkan kepada masyarakat kalau kami bukan menjual janji, tapi memberi bukti,” terangnya.
Tanaman herbal yang digunakan dalam mengobati pasien berasal dari alam Indonesia. Terbukti manjur dan ampuh untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Selanjutnya, tanaman herbal itu diracik oleh tenaga herbalis yang sudah berpengalaman di bidangnya selama bertahun-tahun.
Selama sepuluh tahun lebih Teh Mayang hadir mengobati berbagai macam penyakit yang diderita masyarakat Indonesia. Tidak kurang dari seribuan pasien yang telah berhasil disembuhkan. Bahkan, banyak diantara mantan pasien yang telah disembuhkan, membawa keluarga maupun kenalannya untuk datang berobat ke Teh Mayang.
Makin banyaknya tempat pengobatan herbal, bagi Teh Mayang merupakan tantangan tersendiri untuk makin memberikan yang terbaik buat para pasiennya.
”Memang, dengan munculnya banyak pengobatan tradisional herbal, telah berdampak pada jumlah pasien yang datang ke tempat kami. Tapi itu tidak terlalu signifikan. Buktinya, kami masih bisa terus membuka cabang-cabang baru di berbagai kota di Indonesia. Saat ini, kami telah hadir di Bandung, Bekasi, Bintaro, Surabaya, Solo, Medan, Pontianak, Bali, Makasar, dan Cirebon. Insya Allah, ke depan kami akan buka cabang lagi di beberapa daerah lainnya. Saat ini, banyak permintaan dari pasien yang selama ini berobat di Teh Mayang namun mereka berasal dari daerah lain, seperti Pekanbaru, Jambi, dan Palembang,” tandasnya.
Selama menggeluti usaha pengobatan herbal, aku isteri Catur Santoso ini, dirinya tidak pernah mendapatkan protes dari pasiennya mengenai penyakit yang telah diobati namun kambuh lagi. Cuma yang banyak dipertanyakan pasien, kapan dan berapa lama mereka akan sembuh.
”Jadi aku jawab aja, kita sebagai manusia wajib berikhtiar. Mudah-mudahan pengobatan ini mempercepat penyembuhannya. Karena mengkonsumsi obat herbal dan kimia beda. Herbal memerlukan proses dan tergantung metabolisme tubuh kita. Karena mengkonsumsi herbal, memang agak lambat sembuhnya tapi langsung ke akar-akarnya. Jadi kemungkinan kambuhnya kembali penyakit tersebut sangat tipis,” kuncinya. (*)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top