80 Nama Jalan di Jeneponto Berubah – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

80 Nama Jalan di Jeneponto Berubah

JENEPONTO, BKM — Sebanyak 80 nama jalan di Kabupaten Jeneponto mengalami perubahan. Nama-nama yang diambil, mulai dari nama mantan bupati Jeneponto sampai nama pahlawan.
Perubahan nama jalan ini ditandai dengan penggantian marka dari kayu menjadi besi. Pembenahan ini dilakukan Dinas Perhubungan Jeneponto bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Jeneponto.
Ruas jalan yang diganti namanya, di antaranya Jalan Kenanga Kompleks Rujab bupati diganti nama bupati Jeneponto pertama, H Malajong Daeng Liwang, dan Jalan Lingkar diganti Jalan H Ishak Iskandar-Jalan Lanto Daeng Pasewang.
”Begitu pula ruas jalan dari batas kota Pacceko sampai batas kota Karisa, tidak ada lagi Jalan Pahlawan. Jalan Kelara diganti Jalan Morra Daeng Bilu, Jalan Pelita diganti Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Kamboja diganti Jalan Radjamilo, Jalan Kemuning diganti Jalan Sirajuddin, dan Jalan Cempaka diganti Jalan Yunus Rukka,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Jeneponto, Muh Arfan Sanre Karaeng Tompo saat memimpin pemasangan marka jalan tersebut, kemarin.
Menurut mantan Kepala Kantor KLH Jeneponto ini, pergantian nama jalan untuk mengingat dan mengenang tokoh pembangunan Jeneponto. Misal nama-nama mantan bupati dan nama pahlawan.
”Ini atas persetujuan Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar bersama Ketua DPRD Jeneponto, Muh Kasmin Karaeng Gassing dan anggotanya. Perubahan ini sudah dituangkan dalam Perda Nama-nama Jalan,” ujarnya.
Soal dana, kata Karaeng Tompo, bersumber dari APBD Pokok 2016 sebesar Rp60 juta. Dana ini yang dimaksimalkan untuk membenahi Kota Bontosunggu sebagai kota ibukota kabupaten guna meraih Piala Adipura.
”Sehingga Jenepontota semakin gammara,” katanya.
Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar, mengatakan, pergantian nama-nama jalan seperti nama kembang melati, kamboja, matahari, cempaka, dan lainnya, lebih baik diganti dengan nama-nama mantan bupati yang sudah almarhum dan tokoh pejuang nasional, seperti Jalan Lanto Daeng Pasewang, Jalan Sultan Hasanuddin, dan lainnya.
”Selain itu, untuk mengenang para tokoh, juga anak anak secara tidak sengaja diajarkan untuk mengetahuinya. Markanya juga sudah bagus karena terbuat dari besi. Selain itu, tulisannya ada yang Indonesia dan tulisan lontara. Ini sebagai pembelajaran bagi anak-anak dan masyarakat. Semoga kita meraih Piala Adipura 2017 sebagai kota bersih. Sehingga Jenepontota semakin gammara,” tandas bupati. (krk/mir/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top