Headline

Dua Mahasiswa dan Tiga Pelajar Digulung

MAKASSAR, BKM — Enam orang pelaku begal berhasil digulung tim khusus Polsek Rappocini. Dua diantaranya mahasiswa. Tiga lainnya adalah pelajar. Mereka merupakan komplotan aksi kriminal yang kerap beraksi di sejumlah tempat.
Pengungkapan kasus ini bermula ketika polisi mendapat laporan adanya aksi begal di Jalan Tala’ Salapang 1, Makassar. Handphone milik korban dibawa kabur oleh pelaku.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti tim Resmob. Dipimpin Kanit Reskrim Polsek Rappocini AKP Roby Andi Mannaungi, dilakukan pengejaran. Ikut mendampingi Panit 2 Ipda Nurtjahyana serta Dantim Aiptu Aifuddin.
Perburuan pelaku memanfaatkan kecanggihan teknologi. Titik merah tempat berkumpul ini terlacak. Mereka diketahui sedang berada di BTN Kalegowa, Kabupaten Gowa.
Tim bergegas ke lokasi, sebelum kawanan ini bergeser. Pengepungan dilakukan. Sasaran digerebek. Pelaku pun tak berkutik. Enam orang diamankan bersama sejumlah barang bukti.
Mereka kemudian digelandang ke Mapolsek Rappocini untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Jumat (27/1) pukul 23.30 Wita.
Identitas tersangka masing-masing Muh Yusuf alias Yusuf alias Yudi (20), warga BTN Kalegowa, Kabupaten Gowa. Ia merupakan mahasiswa UIN Alauddin.
AF alias Oc (16), pelajar warga BTN Sukma jalan poros Malino. Muh Rezky Aswar alias Rezky (20), juga tinggal di kompleks perumahan yang sama. Statusnya pekerja bangunan.
Muh Syahrian Wijaya alias Ryan (18), warga Manggarupi Permai, Kabupaten Gowa. Berstatus sebagai mahasiswa Unismuh.
MY alias Us (16), seorang pelajar berlamat di Perumahan Green Cakra Taeng, Kabupaten Gowa. Ard alias Ar (16), juga pelajar, tinggal di Jalan Gusung, Desa Taeng, Kabupaten Gowa.
Dihadapan petugas, tersangka MY mengakui perbuatannya. ”Betul, Pak. Saya yang melakukannya di Jalan Tala’ Salapang. Saya mengambil HP korban setelah mengancamnya menggunakan parang,” ujar MY.
Di bawah ancaman, korban terpaksa menyerahkan dua unit handphone miliknya. Masing-masing Blackberry Tourch warna hitam dan Iphone 5C warna putih.
”Saya tidak sendiri, Pak. Saya ditemani rekan saya bernama Hendra. Dia yang membonceng saya menggunakan motor,” ujar MY.
Usai melakukan aksinya, MY kemudian menghubungi rekannya Ard. MY diminta datang ke rumah Ard untk mengantarkan barang hasil curiannya. Namun, setibanya di rumah Ard, MY terlebih dahulu menyembunyikan Iphone 5 curiannya di sebuah pot bunga.
Polisi kemudian melakukan pengembangan terhadap pengakuan tersangka. MY diminta menunjuk barang bukti yang disembunyikannya di pot bunga. Polisi berhasil menemukan barang bukti tersebut. Proses interogasi kemudian dilanjutkan lagi.
Pengakuan tersangka, ia sudah melakukan aksi begal di empat titik. Masing-masing di Jalan Tala’ Salapang pada bulan Oktober. MY mengaku ditemani rekannya bernama Kollang. Ia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Saat itu pelaku berhasil mengambil barang milik korban berupa HP Samsung Grand Duos warna biru.
Di lokasi yang sama, pada bulan Desember 2016 lalu MY juga melakukan aksi serupa. Lagi-lagi ditemani oleh Kollang. Pelaku membawa kabur HP merek Xiomi Redmi warna hitam.
Aksi selanjutnya di Jalan Gunung Sari pada bulan November. MY kembali ditemani Kollang berhasil menggasak barang korban berupa HP Samsung Galaxy Fee warna hitam.
Di bulan November 2016, tersangka beraksi di belakang sekolah Gunung Sari. Yang diambil dari korban berupa HP Samsung J1. Selain Kollang, MY juga ditemani rekannya bernama Rezky. Juga masuk DPO ketika itu.
Belakangan, bukan lagi HP yang mereka sasar. Tapi motor korban juga dibawa kabur. Terakhir, Rezky yang berboncengan Kollang merampas motor korban berupa Honda Beat.
Kapolsek Rappocini Kompol Roy Agung membenarkan penangkapan enam orang tersangka begal ini. Yusuf, Ahmad dan Muh Syahrian mengaku hanya menikmati hasil dari jarahan rekannya yang merupakan eksekutor di lapangan. ”Kami masih terus mendalami kasusnya,” kata Roy, kemarin.
Dari tangan tersangka, polisi telah menyita beberapa barang bukti. Masing-masing dua unit motor dan dua bilah parang. (ish/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top