Butuh Dua Tahun Benahi Pelabuhan Untia – Berita Kota Makassar
Metro

Butuh Dua Tahun Benahi Pelabuhan Untia

MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel terus berupaya agar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang diresmikan Presiden RI belum lama ini bisa segera digunakan. Termasuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Apalagi, maraknya sorotan kalau pelabuhan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp200 miliar itu menjadi pelabuhan ‘hantu’.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latief mengatakan, untuk menggaet para nelayan agar mau berlabuh di Pelabuhan Untia bukan hal mudah. Pasalnya, para nelayan baru akan berlabuh jika fasilitas penunjang memadai.
Fasilitas yang dimaksud diantaranya adalah stasiun pengisian bahan bakar, cold storage, dan lainnya.
Dia mengaku, pihaknya butuh waktu sekitar dua tahun untuk membenahi seluruh fasilitas yang ada di pelabuhan tersebut.
“Untuk membuat ramai pelabuhan itu, tidak semudah yang dibayangkan, ” kata Sulkaf.
Dia melanjutkan, sejauh ini pihaknya telah melakukan komunikasi intens dengan para pemilik kapal agar melabuhkan kapalnya di PPN Untia sebagai langkah uji coba. Dari 16 kapal besar yang sudah dikoordinasikan, Sulkaf mengklaim, sudah ada tiga kapal yang sudah rampung perizinannya dan sudah mulai berlabuh di pelabuhan tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menargetkan pelabuhan itu bisa beroperasi normal tahun ini. Namun, jika melihat kondisi yang ada, kecil kemungkinan jika pelabuhan tersebut sudah bisa ramai.
Diakuinya untuk operasional secara sempurna, PPN Untia masih butuh sampai tahun 2018. Karena itu, dirinya meminta dukungan dari DPD Sulsel dan kelompok nelayan dalam rangka melengkapi fasilitas dan sarana pendukung bongkar muat.
Bahkan beberapa suplier perusahaan es sudah menawarkan dukungan es kristal. Saat ini, ototritas PPN Untia sudah memfasilitasi dan menjajaki peluang kerjasama pengusaha dengan pertamina penyiapan SPDN Nelayan untuk jual BBM/solar dan bensin.
Untuk pembangunan coldstorage di PPN Untia, BUMN Perikanan Indonesia (PERINDO) dan investor asal Rusia Blackspace segera merealisasikan pembangunan tersebut.
Untuk sarana jalan menuju pelabuhan itu yang cukup rusak, Syahrul menjelaskan, jalan sepanjang 11 Km dari jalan tol akan segera diperbaiki. Hal ini juga yang menjadi catatan penting dari presiden saat melakukan peresmian.
“Ini tahun saya dengan wali kota sudah memproses jalan yang ada di sini, agar bisa tersambung dengan baik. Kita berharap tahun ini sudah beroperasi dengan baik, tinggal bagaimana pengisian minyak yang harus kita buat,” jelasnya.
Syahrul juga berjanji akan menindak jika ada pungutan liar yang terjadi di PPN Untia ini. Bahkan tim Saber Pungli akan dikerahkan untuk melakukan pengawasan di pelabuhan tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latief mengatakan telah melakukan berbagai hal dalam rangka operasional PPN Untia. Mulai dari mengeluarkan izin untuk pakal-kapal yang bisa berlabuh, yaitu kapal diatas 30 GT.
“Beberapa staf administrasi PP Untia standby tiap hari untuk mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Meskii belum reguler dan dalam jumlah kecil, aktifitas bongkar muat distributor dan nelayan ikan bandeng dari Pangkep sudah berjalan,” katanya. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top