Headline

Begal Kian Sadis, Korban Melawan Dibunuh

PINRANG, BKM — Malam di Jalan Bulu Pakoro. Tepatnya Bulu Tirasa, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang. Lokasi ini berada tak jauh dari Mapolsek Paleteang.
Jarum jam menunjuk pukul 22.00 Wita, Sabtu malam (28/11). Dua orang, pria dan wanita tengah berboncengan mengendarai sepeda motor.
Muhammad Iksan (22) yang membawa motor. Di belakangnya membonceng rekan wanitanya, Indramayu alias Ayu (19). Ia seorang mahasiswi Poltekkes Parepare. Keduanya hendak menuju ke rumah kos Ayu di Jalan Bulu Pakoro.
Rencananya, Ayu hendak pulang ke kamar kostnya untuk mengambil pakaian. Mereka berdua mengendarai sepeda motor Yamaha matic warna hitam.
Saat motor tengah melaju, tiba-tiba dua orang yang berbondengan datang dari arah belakang. Mereka langsung menghadang dan memalang kendaraan korban. Selanjutnya, memaksa korban untuk menyerahkan barang yang dibawanya. Pelaku mengancam korban dengan menggunakan badik.
”Kasika barangmu. Kalau tidak, saya tikamko itu,” ujar saksi korban, Ayu menirukan ancaman pelaku.
Ayu menceritakan kronologis kejadian saat dimintai keterangan dihadapan penyidik Reskrim Polres Pinrang, tidak lama setelah kejadian. Menurut dia, ketika berlangsung penodongan, Iksan sempat melakukan perlawanan.
Bahkan pelaku dan korban sempat terlibat duel. Mereka juga saling tarik menarik tas milik korban Iksan.
Mendapat perlawanan, pelaku langsung bertindak nekat. Dengan spontan dia mencabut sebilang badik berukuran panjang. Senjata tajam itu langsung diarahkan ke tubuh korban.
Dengan satu kali tikaman korban pun tersungkur tak berdaya. Ia terkena tusukan pada bagian mematikan di dada sebelah kiri.
”Pelaku membuktikan ancamannya dan menikam korban,” kata Indramayu. Dia juga membeberkan ciri-ciri pelaku kepada polisi.
Usai melakukan aksinya, pelaku langsung kabur tancap gas dengan membawa hasil jarahannya. Kebetulan, sesaat setelah kejadian, tim patroli Polsek Paleteang Pinrang melintas di TKP. Selanjutnya berusaha mengevakuasi korban.
Namun sayang, nyawa Muhammad Iksan tak bisa tertolong. Ia mengembuskan nafas terakhirnya sebelum dibawa ke rumah sakit.
Korban meninggal dunia di tempat kejadian karena kehabisan darah.
Kapolsek Paleteang, Ipda Heriyadi Nur yang dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. “Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Kita juga meminta bantuan pihak reskrim membackup kami mengungkap pelaku,” ujar Kapolsek yang dihubungi sesaat setelah kejadian.
Kapolres Pinrang AKBP Leo Joko Triwibowo, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Nasir, Minggu (29/1) juga mengkonfirmasi kebenaran peristiwa ini. ”Saksi yang juga teman wanita korban telah dimintai keterangannya,” kata Nasir.
Dijelaskan Kasat Reskrim, pelaku berhasil membawa kabur handphone milik korban Iksan. Juga tas selempang milik Indramayu. Tas tersebut berisi dompet, KTP, SIM C, kartu pelajar serta uang tunai sebesar Rp150 ribu.
”Korban meninggal dunia karena mengalami luka tusuk pada bagian dada kiri dengan ukuran 2,3 cm x 0,9 cm. Sudah meninggal sebelum dilarikan ke rumah sakit,” ujar Nasir lagi.
Polisi masih bekerja untuk mengungkap siapa pelaku yang membegal korban. Sejumlah saksi mata telah diperiksa.
”Kasusnya ditangani Polsek Paleteang, dibackup reskrim polres. Kita sedang melakukan pencarian terhadap pelaku. Ciri-cirinya sudah diketahui,” tandasnya. (ady/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top