Posisi Ketua Parpol Masih Sulit di Pileg – Berita Kota Makassar
Politik

Posisi Ketua Parpol Masih Sulit di Pileg

IST BERSAMA--Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi (kanan) bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wagub Agus Arifin Nu'mang dalam sebuah kegiatan PAN beberapa waktu lalu. Kahfi akan maju di Senayan lewat dapil Sulsel dua.

MAKASSAR, BKM–Sejumlah ketua partai politik (Parpol) tingkat Provinsi di Sulsel belum aman jika akan ikut berkompetisi, baik di Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 maupun Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 nati.
Apalagi jika ketua partai ingin naik kelas mengincar DPR RI di Senayan. Pada Pileg 9 April 2014 lalu, hanya dua ketua parpol saat itu yang tembus senayan yakni HM Amir Uskara dari PPP serta Andi Akmal Pasluddin dari PKS.
Pada pileg nanti, sejumlah ketua parpol diprediksi kembali maju diantaranya Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri, Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah, Ketua DPW PPP HM Aras, Ketua DPD Hanura Sulsel H Ambo Dalle dan Ketua DPP PKPI Sulsel Susanna Kaharuddin.
Khusus untuk Ashabul Kahfi diprediksi akan sulit lolos di Senayan pada Pileg mendatang.
Meski Kahfi yang sejak awal telah pempersiapkan dirinya untuk maju lewat daerah pemilihan (Dapil) Sulsel dua meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Wajo, Soppeng, Bone, Bulukumba dan Sinjai. Salah satu pertimbangannya karena akan menghadapi petahana Andi Yuliani Paris. Tak hanya itu, Kahfi yang juga legislator PAN Sulsel tiga periode ini juga diprediksi akan menghadapai Bupati Maros Hatta Rahman di pileg nanti. Hatta Rahman yang tak lain adalah Ketua DPD PAN Maros dikabarkan juga akan maju lewat dapil dua. “Kalau pak Hatta Rahman juga maju di Senayan, maka posisi Pak Kahfi akan semakin sulit,”ujar pengamat politik dan pemerintahan Unismuh Makassar, Luhur Andi Priyanto, Kamis (26/1).
Menurut Luhur, kalau Pak Kahfi mau maju Pileg, maka peluangnya ada di Dapil 1 meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar, meski dengan resiko akan berhadapan dengan petahana Indira Chunda Thita Syahrul. “Sesungguhnya basis Pak Kahfi yang kini telah mengabdi tiga periode berada di dapil Sulsel satu, namun karena ada putri sulung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, maka dianggap sulit untuk menghadapi Thita yang sudah dua periode duduk di Senayan.
Luhur menambahkan bila peluang naik kelas bagi Kahfi sesungguhnya ada di Pilgub Sulsel sebagai calon Wakil Gubernur. Di DPRD Sulsel, PAN mengontrol 9 kursi dan sangat berpeluang berkoalisi dengan Nurdin Halid dari Golkar atau Agus Arifin Nu’mang yang diprediksi diusung sejumlah partai menengah seperti Hanura, PDIP, PKB, PKPI dan PBB.
Kahfi yang dikonfirmasi mengaku sebagai politisi tentu telah memiliki target politik. Rencana untuk naik kelas mengincar senayan sudah mulai dipersiapkan. “Saya kira sebagai politisi tentu itu menjadi target dan akan dipersiapkan,”kata Kahfi yang tak lain Wakil Ketua DPRD Sulsel dua periode ini.
Menurutnya, semua kemungkinan bisa saja terjadi. “Saya kira masih lama juga mengenai itu. Tetap kita lihat paling tepat, masih sangat dinamis saat ini,”pungkasnya. (rif)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top