Headline

Kerap Tidur di Kantor karena Tuntutan Tugas

BKM/H PURMADY AKP Anita Taherong, Polwan Pertama Kasat Reskrim di Polres Sidrap

EMANSIPASI wanita yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini kini telah merasuk hampir di seluruh sendi kehidupan. Telah banyak perempuan berkarir, bahkan menjadi pucuk pimpinan di sebuah institusi. Salah satunya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Anita Taherong.

Laporan: H Purmady

SELAMA ini, jika menyebut posisi kepala satuan reserse dan kriminal (satreskrim) di kepolisian resort (polres), maka yang terlintas di benak kita adalah seorang pria. Berwibawa dalam pembawaan. Tegas pada tutur kata dan bertindak.
Tapi tidak demikian di Polres Sidrap. Seorang perempuan menjadi kasat reskrim. AKP Anita Taherong,ST.SH namanya. Ia merupakan polisi wanita (polwan) pertama yang menduduki jabatan strategis di institusi Polres Sidrap .
Anita mampu mengubah paradigma bahwa tidak selamanya jabatan kasat reskrim hanya bisa diemban polisi pria. Padahal, dunia reskrim selama ini identik dengan laki-laki.
Anita lahir 20 Juli 1982 di Kabupaten Bulukumba. Ia memiliki dua orang anak. Masing-masing Widya Sri Wulandari A Taherong dan Wira Adiwidya Putra Wicaksono A Taherong.
Sederet prestasi membanggakan telah mengantarkan alumni Sekolah Bintara (Seba) PK Polwan Ciputat ini dipercaya menjabat Kasat Reskrim Polres Sidrap.
Sebut saja penutupan tambang galian C yang terdapat di Kecamatan Ujung Loe. Pengungkapan sejumlah kasus pencurian ternak. Termasuk pengunkapan kasus judi sabung ayam di wilayah Tanete. Keberhasilan itu ditorehkan Anita ketika menjabat sebagai Kapolsek Bulukumpa.
Lainnya, mengungkap kepemilikan 5600 detonator di dermaga sewaktu menjabat Kapolsek Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Terakhir, membongkar jaringan peredaran narkoba internasional di pelabuhan Soetta pada 8 Desember 2016. Sabu-sabu seberat 900 gram berhasil diamankan ketika itu.
Anita menyelesaikan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin tahun 2005. Ia memulai karirnya sebagai Bintara Polri di BA Bidang Binkum Polda Sulsel.
Lulus dari sekolah perwira Seleksi Pendidikan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri, Anita kemudian dipercaya menjabat kepala unit Perlindungan Perempuan dan Anak (kanit PPA) Satreskrim Polres Bulukumba di tahun 2009.
Selanjutnya, masih di Polres Bulukumba, Anita kemudian dipercaya menjabat kanit I dan II Satreskrim. Hingga akhirnya diamanahkan menduduki posisi sebagai Kaur Bin Ops Sat Reskrim dan Kaur Bin Ops Satnarkoba pada tahun 2012.
Wanita yang hobi makan mie dan olahraga ini pertama kalinya menjabat kapolsek di Ujung Loe, Bulukumba dan Kapolsek Bulukumpa di tahun 2014-2015. Kemudian ditarik ke Makassar dengan jabatan sebagai kapolsek Pelabuhan Soekarno-Hatta. Selanjutnya dipromosikan menjadi Kasat Reskrim Polres Sidrap.
Selama mengemban amanah sebagai anggota polri, wanita 34 tahun ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk melaksanakan tugas. Bagi anak kedua dari enam bersaudara ini, ada banyak hal yang mesti dilakukan guna meraih kesuksesan. Salah satunya, membagi waktu antara belajar, latihan dan tugas.
Karena tuntutan tugas, Anita terbiasa jarang pulang ke rumah. Ia kerap harus tidur di kantor, ketimbang berkumpul bersama anak dan suaminya.
”Memang agak sulit membagi waktu. Terkadang saya sedih harus meninggalkan keluarga di kampung. Khususnya anak dan suami selama berbulan-bulan,” ujarnya dalam sebuah kesempatan berbincang dengan BKM.
Dalam kurun waktu lebih kurang dua minggu memimpin Satreskim Polres Sidrap, sudah ada beberapa kasus yang berhasil diungkap. Diantaranya sindikat pencurian kendaraan bermotor (curnamor) lintas daerah. Pelaku dan penadahnya berhasil diringkus. Selain itu, juga memberantas penjualan minuman keras dengan menyita ribuan botol berbagai merek.
Ditanya soal tugas barunya selaku kasat reskrim di Polres Sidrap, Anita mengaku tidak canggung. Begitupun soal karakter dan kehidupan masyarakat Sidrap pada umumnya.
AKP Anita banyak mengetahuinya dari adiknya, AKP Fantry Taherong yang pernah menjabat kasat Intelkam di Mapolres Sidrap.
Baginya, dimanapun bertugas, ia selalu berpesan kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan. Sebab, keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan seluruh elemen masyarakat. (*/rus/b)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top