Headline

Kepala Daerah Golkar Rugikan Kader

MAKASSAR, BKM — Menjadikan kepala daerah atau wakilnya sebagai pimpinan Partai Golkar di Sulsel, disebut-sebut akan menjadi modal meraih kemenangan pada sejumlah kontestasi seperti pemilihan bupati (pilbup), pemilihan wali kota (pilwali) dan pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel 2018 mendatang.
Tak hanya itu, Golkar juga menargetkan untuk tetap menjadi pemenang pada pemilu legislatif (Pileg) 2019 mendatang.
Bukan cuma kepala daerah, namun target lainnya yakni wakil kepala daerah serta pejabat atau politisi lain yang dianggap mampu membersarkan beringin di daerah masing-masing.
Ketua Golkar Sulsel, HAM Nurdin Halid mengemukakan, partai yang dipimpinnya terus melakukan konsolidasi untuk meperkuat basis dan jaringan partai. Bahkan hingga kalangan paling bawah, yakni di tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu bentuk penggalangan seperti jelang pelaksanaan musyawarah desa (musdes) dan musyawarah kelurahan (muskel), yakni pesertanya adalah seluruh kader di tiap desa maupun kelurahan. “Sementara peserta peninjau, yakni seluruh simpatisan Golkar yang ada di setiap desa dan kelurahan,” jelas NH, sebut akrab Nurdin Halid, Kamis (26/1).
Golkar Sulsel, tambah dia, berencana mengundang seluruh kepala daerah dan wakilnya yang menjabat ketua Golkar kabupaten/kota di Sulsel pada pelaskanaan rapat pleno diperluas. Rencananya, kegiatan ini berlangsung di Kabupaten Wajo, 18-19 Februari mendatang.
“Rapat pleno diperluas tidak bisa diwakili. Jadi wajib diikuti,” tegasnya.
Rapat pleno diperluas diprediksi untuk mengevaluasi para ketua DPD II yang telah mengeluarkan rekomendasi dukungan kepada NH untuk maju di pilgub Sulsel 2018 mendatang.
Dosen politik dari UIN Alauddin, DR Firdaus Muhammad mengatakan, strategis NH yang memasang bupati atau wakil bupati sebagai Getua golkar atau meminta gabung jadi kader Golkar sebagai gate voters untuk kepentingan pilgub dan pileg.
Menurut Firdaus, sebaliknya kepala daerah juga tertarik karena Golkar sebagai partai besar di Sulsel bakal memuluskan agenda-agenda politiknya. “Namun hal itu bisa merugikan kader Golkar yang telah lama berkiprah, tetapi terhalangi figur yang baru gabung langsung menduduki jabatan strategis,” ujar Firdaus.
Saat ini, sedikitnya 11 kepala daerah yang telah menjadi ketua Golkar dan dua wakil kepala daerah. Selebihnya adalah ketua DPRD, wakil ketua serta kerabat kepala daerah.
Kepala daerah yang sudah menjadi ketua golkar yakni Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Bupati Selayar Basli Ali, Bupati Bone Andi Fashar Padjalangi, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Bupati Wajo Burhanuddin Unru, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Bupati Enrekang Muslimin Bando, Bupati Luwu Andi Mudzakkar dan Bupati Luwu Timur Thoriq Husler.
Adapun wakil bupati yakni Natsir Ibrahim di Takalar dan Darwis Bastama di Pinrang. Sementara di Makassar, ketua Golkar dijabat Farouk M Betta serta Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki.
Saat ini NH bersama jajarannya terus mendekati Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto, serta Wali Kota Palopo Judas Amir.
Bupati Jeneponto yang juga ketua Golkar setempat, H Iksan Iskandar punya alasan tersendiri bergabung ke partai beringin rindang. ”Karena Golkar mau, jadi saya juga mau. Maka jadilah,” kata Iksan, kemarin.
Dia menegaskan, siapapun yang nantinya akan diusung Golkar di perhelatan politik, pihaknya siap mendukung dan memenangkannya. ”Termasuk jika NH maju di pilgub. Saya harus tunduk dan patuh pada garis partai,” tandasnya. (rif-krk/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top