Sulselbar

Kadis Minta Sekolah Tidak Pungli

MAMUJU, BKM — Revolusi mental harus diterapkan pada semua kalangan tenaga pendidik yang ada di Kabupaten Mamuju. Setiap sekolah harus bersih dari tindakan pungutan liar alias Pungli. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadis Diknas) Mamuju, Hj Murniani di hadapan para kepala sekolah dan tenaga pendidik yang ada di lingkup Kecamatan Kalukku, kemarin.
Salah satu hal yang paling diwanti Kadis Diknas adalah pengambilan ijazah. Ia berpesan agar pihak sekolah tidak boleh meminta biaya kepada siswa saat ingin mengambil ijazahnya. ”Jangan lagi ada Pungli. Ijazah anak-anak jangan ditahan hanya karena alasan tidak membayar. Ini tidak benar. Biaya penulisan ijazah pun ada anggarannya sendiri. Tidak dibebankan kepada siswa,” terang Murniani saat melakukan kunjungan kerja di kantor Kecamatan Kalukku.
Bahkan, ia berharap agar para guru harus membangun komunikasi dengan orangtua murid. Dengan begitu, orangtua murid dapat mengetahui setiap kebijakan yang ditetapkan pihak sekolah. ”Guru harus membangun komunikasi langsung dengan orangtua siswa. Komunikasikan tatatertib pada orangtua anak. Jangan hanya dititip ke anak. Karena kadang anak tidak menyampaikan ke orangtuanya,” kata Murniani.
Sementara itu, Bupati Mamuju, H Habsi Wahid, mengatakan, setiap aparat sipil termasuk guru atau tenaga pendidik, mesti mengedepankan rasa tanggungjawab atas tugas yang diemban. Selain itu, ia juga menekankan kedisiplinan, utamanya di kalangan pimpinan SKPD juga pimpinan satuan pendidikan. Sebab, jika pimpinan tidak disiplin, akan berdampak pula pada kedisiplinan bawahannya. (ala/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top