Ibu Ditangkap Curi HP, Delapan Anaknya Nangis Depan Polisi – Berita Kota Makassar
Headline

Ibu Ditangkap Curi HP, Delapan Anaknya Nangis Depan Polisi

MAKASSAR, BKM — Suasana di markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Ujung Pandang, Rabu (25/1) malam tampak ramai dengan anak-anak. Jumlahnya delapan orang.
Mereka beramai-ramai datang ke kantor polisi setelah ibunya, Muliati (38) diamankan. Warga Jalan Kandea Lorong 2 nomor 12 itu sebelumnya tertangkap tangan melakukan pencurian handphone di sebuah pusat perbelanjaan. Beruntung, ia tak jadi bulan-bulanan pedagang dan pengunjung.
Korban dalam peristiwa ini adalah Fitri (20), seorang karyawati yang bertugas di stan busana muslim. Rabu (25/1) sore pelaku datang dan berpura-pura hendak membeli busana.
”Saya melayaninya sebagai pembeli. Dia menunjuk busana yang diinginkan. Ketika saya berbalik untuk mengambilkannya, dia langsung beraksi,” ujar Fitri.
Dalam hitungan dua menit, pelaku langsung memasukkan HP dan dompet milik korban ke balik kerudung yang dikenakannya. Selanjutnya buru-buru pamit dan tidak jadi membeli busana muslim.
Fitri sadar kalau HP dan dompetnya telah dibawa pelaku. Diapun langsung berteriak. Para pedagang langsung mengepung. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap.
Selang beberapa waktu kemudian, petugas Polsek Ujung Pandang tiba di lokasi. Pelaku langsung dievakuasi dari kerumunan pedagang dan pengunjung. Selanjutnya dibawa ke mapolsek untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan, pelaku nyaris jadi bulan-bulanan massa. ”Kita amankan secepatnya untuk menghindari aksi main hakim sendiri. Selanjutnya pelaku dibawa ke mapolsek untuk diperiksa,” kata Kompol Ananda, kemarin.
Dari keterangan korban, menurut Kapolsek, pelaku membawa kabur HP dan uang di dompetnya. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp2 juta.
Dihadapan polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Ia berdalih nekat mengambil barang dan uang korban karena terdesak kebutuhan. Ia seorang janda yang mesti membiayai delapan orang anak.
”Saya terpaksa mencuri, Pak. Anak saya ada delapan orang. Mereka butuh makan. Saya sudah tidak diterima oleh keluarga yang lain,” tuturnya.
Terkait kasus ini, kapolsek langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar. ”Setelah kami dalami dampak sosialnya, pelaku kami serahkan ke Dinas Sosial. Dia terpaksa melakukan pencurian karena hidup menjanda dengan delapan orang anak,” jelas Ananda.
Diakui Kapolsek, anak-anak pelaku datang mengadu ke mapolsek sambil menangis. Mereka mengaku ibunya bukan seorang pencuri. Kemungkinan melakukan perbuatan tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi.
Dinsos diharapkan bisa memberikan perhatian dan penanganan khusus kepada pelaku agar kelak tidak lagi terjerumus dalam tindakan kriminalitas. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top