Fasum-Fasos, Dewan Akan Panggil Pengembang – Berita Kota Makassar
Metro

Fasum-Fasos, Dewan Akan Panggil Pengembang

MAKASSAR, BKM–Panitia Khusus (Pansus) Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar akan menjadwalkan pemanggilan seluruh penggembang untuk membahas seluruh aset yang terbengkalai.

Bahkan Ketua Pansus Fasum Fasos DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir mengungkapkan telah menyusun agenda perihal pemanggilan seluruh pengembang. “Kita susun jadwalnya setelah reses berakhir, persoalan fasum dan fasos memang akan dituntaskan di tahun ini. Termasuk mencari aset Pemkot Makassar yang masih dikuasai pihak ketiga atau pengembang,” ungkapnya di DPRD Makassar, Kamis(26/1).
Pengembang yang akan dipanggil tegas Ketua Komisi A DPRD Makassar termasuk PT GMTD, Perumnas, IMB Group, Mutiara Property, dan Vida View. “Kita akan kupas habis kerjasamanya, karena baru 18 pengembang yang dengan sadar menyerahkan fasum-fasos. Kita juga meminta dukungan dan imbauan dari Real Estate Indonesia (REI) Sulsel untuk mengarahkan para pengembang menyerahkan aset fasum-fasos sebanyak 40 persen dari total luas lahan,” tegas Wahab.
Terkait aset bermasalah, Wahab mengaku memang masih ada yang berperkara seperti aset di Balang Tonjong. Di lokasi itu, ada beberapa masyarakat yang mengaku miliknya. Begitupun dengan aset di eks Terminal Toddopuli bahwa pihak pemerintah telah menyerahkan 300 meter lahan untuk pihak Perumnas.
Hal senada dikatakan anggota Komisi A DPRD Makassar, Busranuddin Baso Tika. Ia menegaskan, selain persoalan fasum fasos yang belum diserahkan pengembang, tugas pansus pada tahun ini akan fokus pada penyelidikan aset pemkot yang berpindah tangan ke pihak swasta atau orang per orang. “Ini pekerjaan rumah pansus tahun ini untuk mendata dan menyelidiki siapa orang dibalik hilangnya sejumlah aset milik pemerintah,” tegasnya.
Terpisah, Dinas Penataan Ruang Kota Makasssar belum memiliki data-data lengkap keberadaan fasos dan fasum yang masih dikuasai pengembang di Kota Makassar.
Bahkan Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Ahmad Kafrawi mengatakan, pihaknya ini masih berupaya untuk melengkapi data-data keberadaan fasum dan fasos di Kota Makassar yang masih dikuasai dan belum diserahkan pengembang ke pemerintah kota.
“Datanya lengkap di DPRD Kota Makassar berapa fasum dan fasos yang belum diserahkan ke pemerintah kota. Yang saya tahu ada 300 fasum dan fasos belum diserahkan dan itu jumlah gabungan. Tapi untuk sekarang ini belum ada datanya sama saya, semua ada di DPRD Kota Makassar,” ungkap Ahmad Kafrawi, kemarin.
Menyikapi hal itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku sangat menyayangkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis yang belum memiliki data fasum dan fasos yang masih dikuasai pihak pengembang. Pentingnya tim pencari aset yang dibentuk pemerintah kota, jelas Danny sapaan akrab wali kota, diharapkan mampu menyelamatkan fasum dan fasos yang akan menjadi aset. “Tim pencari aset yang dibentuk ini sangat diharapkan dapat benar-benar mencari aset milik pemerintah kota yang sengaja dihilangkan dan dirampas dengan indikasi pidanya. Inilah pentingnya tim pencari aset dibentuk,” singkatnya.(ita-arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top