Metro

Syahrul: Sudah Ada Usulan Harga Lods

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo angkat suara terkait polemik yang tak kunjung selesai antara pedagang dan pengembang Makassar Mal dari PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR).

Menurut Syahrul, saat ini sudah ada titik terang menyelesaikan persoalan Makassar Mal. Salah satunya, jelas Syahrul, sudah ada empat atau lima usulan harga untuk lods di Pasar Sentral yang diajukan baik dari pihak pengembang maupun dari pedagang. Namun, sejauh ini masih akan didiskusikan lebih lanjut.
Gubernur dua periode ini-pun mengaku, dari hasil pertemuan beberapa kali, harga lods yang ditawarkan ke pengembang sudah mengalami penurunan beberapa kali.
Awalnya, MTIR menawarkan harga di kisaran Rp120 juta per meter persegi. Namun mulai turun perlahan menjadi Rp76 juta per meter persegi dan posisi akhir yang ditawarkan MTIR adalah Rp65 juta per meter persegi.
Namun pedagang menganggap angka itu masih tinggi. Mereka berharap penawaran MTIR berada pada angka Rp20 juta hingga Rp30 juta per meter persegi.
Dia menambahkan, keberpihakannya dengan wali kota ada pada rakyat. Namun tidak mengabaikan dan merugikan pengusaha. “Pedagang usulkan harga yang proporsional. Pengusaha juga harus paham jangan hanya mau untung besar, ” kata Syahrul, Rabu (25/1).
Orang nomor satu di Sulsel itu tetap akan cari waktu satu hingga dua minggu untuk kembali bertemu pihak-pihal terkait dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Syahrul menyadari jika masalah yang ada di Pasar Sentral cukup pelik. Apalagi, pasar ini dibangun di dua periode kepemimpinan yang berbeda. Sehingga, dibutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Sementara itu, Sekretaris Tim Khusus Penyelesaian Pasar Sentral yang dibentuk Pemprov Sulsel, Asmanto Baso Lewa mengatakan, dari hasil fasilitasi yang dilakukan beberapa kali, sudah ada titik temu yang mengarah ke kesepakatan harga lods Pasar Sentral. Namun, dia belum bisa memberi penjelasan terkait nilai harga yang disepakati. “Titik terang dan titik temu sudah dalam perumusan. Sekarang sudah ditangani pak Wali Kota Makassar, ” kata Asmanto di ruangan kerjanya, kemarin.
Dia memperkirakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah ada penyelesaian yang akan disetujui baik oleh pedagang maupun pengembang.
“Yang jelas sudah ada titik temu antara pedagang dan pihak Makassar Tunggal Inti Raya atau MTIR,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla (JK) dalam kunjungannya ke Makassar beberapa waktu lalu juga menekankan agar kisruh yang terjadi di Pasar Sentral segera diselesaikan tanpa ada yang dirugikan. Dia menekankan pengembang jangan terlalu memberatkan pedagang dengan mematok angka yang tinggi.
Berdasarkan hasil kajian Kadin, harga ideal yang bisa diberlakukan di pasar tersebut sekitar Rp30-35 juta per meter persegi.(rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top