Gubernur Perkenalkan Uang Baru NKRI – Berita Kota Makassar
Sulselbar

Gubernur Perkenalkan Uang Baru NKRI

MAMUJU, BKM — Meski telah diluncurkan beberapa waktu lalu, namun masih banyak masyarakat yang tidak terlalu mengenal seperti apa wujud dari uang baru Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Termasuk di antaranya di Provinsi Sulbar.
Untuk itu, Plt Gubenur Sulbar, Carlo B Tewu, merasa perlu untuk ikut serta membantu Bank Indonesia (BI) dalam mensosialisasikan kehadiran uang baru emisi tahun 2016 ini. ”Kepada masyarakat Indonesia khususnya yang berdomisili di Provinsi Sulbar, haruslah mengenal dan mempelajari mata uang edisi terbaru NKRI. Langkah ini bertujuan agar masyarakat terhindar dari tindak kejahatan berupa pemalsuan uang yang telah marak diperbincangkan,” jelas Carlo.
Disampaikan, sosialisasi uang rupiah tahun emisi 2016 tersebut merupakan momen yang sangat tepat dalam mengenal rupiah. Untuk itu, ia berpesan kepada masyarakat untuk tidak mempermasalahkan warna uang, gambar pahlawan, dan logo yang ada di mata uang tersebut.
”Tidak perlu mempermasalahkan uang yang ada. Kenapa warna uang begitu. Kenapa pahlawannya itu-itu. Kan Sulawesi Barat punya pahlawan juga. Kenapa ada logo yang disebutkan pak Wakapolda. Habis tenaga kita memperdebatkan hal tersebut,” tandas Carlo.
Sementara itu, Deputi Bank Indonesia, Tri Hardiyanto, menyampaikan, pada 19 Desember 2016, Bank Indonesia resmi mengeluarkan tujuh pecahan uang rupiah baru berbentuk kertas dan empat pecahan uang logam.
Hal tersebut merupakan amanah UU Nomor 7 tahun 2011 yang di dalamnya ada prase kesatuan RI, uang rupiah NKRI, tanda tangan pemerintah dan Bank Indonesia serta tahun cetak dan tahun emisi pada tahun 2016.
”Sosialisasi ini dilakukan karena masih banyak masyarakat Indonesia belum mengenal edisi mata uang rupiah. Ini juga dilakukan agar tidak panik dalam membelanjakan rupiah edisi lama. Masyarakat jangan kuatir, karena mata rupiah tersebut tetap akan berlaku sampai ada info dari pihak bank untuk penarikan,” terangnya.
Menurutnya, Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan uang rupiah edisi 2016, dikarenakan banyaknya peredaran uang palsu. Untuk itu, dalam penciptaan mata uang edisi baru tersebut, didesain secara mendalam dan dibentuk dengan rumit.
Bahkan, Trihardiyanto menjelaskan mengenai informasi tidak akurat mengenai uang rupiah, dan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat saat ini. Pihak BI akan meluruskan dan memberikan pemahaman akan lambang atau logo yang dianggap tidak sesuai serta dilarang di negara Indonesia.
Dari sisi depan dan belakang mata uang dicetak secara khusus dan tidak beraturan. Sehingga terlihat logo terlarang menurut sebagian kecil golongan. Terkait warna mata uang, banyak yang mengklaim mata uang edisi baru tersebut ada kemiripan mata uang di negara lain. Adapun pemberian warna ke mata uang rupiah salah satunya diakibatkan pengaruh masyarakat yang lebih mengenal rupiah dari segi warna.
Di tempat yang sama, Wakapolda Sulawesi Barat, Kombes Pol Tajuddin, menyampaikan, pelaksanaan acara tersebut dilakukan atas kerjasama Bank Indonesia dengan pihak Kepolisian Daerah Sulbar. Kehadiran rupiah telah diatur di undang-undang tentang mata uang.
Dikatakan, dari aturan hukum Undang-undang No 7 Tahun 2011 pada Pasal 33 Ayat 1, dikatakan, apabila seseorang tidak menggunakan rupiah dan menolak menggunakan rupiah saat transaksi hal tersebut akan dikenakan denda.
Kewajiban penggunaan rupiah telah dijelaskan dalam undang-undang yang meliputi, kewajiban menggunakan rupiah baik tunai maupun non tunai, larangan menolak untuk menerima yang penyerahannya dimadsudkan sebagai pembayaran. Hal tersebut telah diatur dalam dasar hukum yang jelas.
Usai menghadiri sosialisasi, Plt Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu didampingi Wakapolda, Kompol Tajuddin, Deputy Bank Indonesia, Trihardyanto dan beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulbar, menyempatkan diri langsung berbelanja menggunakan mata uang baru di pasar sentral lama. (ala/mir/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top