Gowa Jadi Percontohan Layanan Anak Integratif Nasional – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Gowa Jadi Percontohan Layanan Anak Integratif Nasional

IST PENGHARGAAN -- Ketua Forum Kabupaten Sehat Gowa, Priska Paramitha Adnan saat menerima penghargaan dari Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Marzuki.

GOWA, BKM — Satu lagi kebanggaan diperoleh Pemkab Gowa diawal tahun 2017 ini. Kabupaten Gowa ditunjuk sebagai percontohan layanan anak integratif nasional dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Penetapan Kabupaten Gowa sebagai percontohan layanan anak integratif nasional ini ditandai dengan penyerahan penghargaan yang diterima langsung istri Bupati Gowa, Priska Paramitha Adnan yang merupakan Ketua Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Gowa.
Penghargaan yang diserahkan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Marzuki, ini berlangsung dalam rangkaian pengukuhan serta Lokakarya Pembelajaran dan Penguatan Pelaksanaan Model Layanan Anak Integratif, di Royal Hotel Bogor, Selasa malam (24/1).
Pemilihan Gowa sebagai percontohan oleh Kemensos bekerjasama dengan Unicef tersebut, juga dilakukan terhadap empat kabupaten/kota lainnya di Indonesia, yakni Kabupaten Tulung Agung, Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, dan Kota Makassar. Kelima daerah ini ditunjuk karena dinilai siap untuk menerapkan pelayanan anak integratif.
”Keseriusan Pemkab bersama semua elemen yang ada di Gowa terhadap pemenuhan hak anak, tidak setengah-setengah. Komitmen ini menghadirkan Perda Nomor 35 Tahun 2016 tentang Pembentukan Pusat Pelayanan Kesejahteraan Anak Integratif Kabupaten Gowa,” kata Priska Paeamitha Adnan usai menerima penghargaan tersebut.
Terpisah, Kadis Sosial Kabupaten Gowa, H Syamsuddin Bidol, menjelaskan, tujuan dari pelayanan integratif ini diharapkan anak-anak terlindungi dari kekerasan. Selain itu, anak bisa hidup layak sesuai hak dasar kehidupan seperti kasih sayang, kesehatan, dan pendidikan.
”Dikatakan integratif, karena ada beberapa komponen yang ikut serta ambil bagian dalam pelayanan ini, yaitu unsur pemerintah, masyarakat bahkan dunia usaha,” kata Syamsuddin Bidol yang mendampingi Ketua FKGS dalam kegiatan di Bogor tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham yang turut serta dalam kegiatan tersebut, mengatakan, PPKAI Gowa ini diberi nama Sikamaseang. Tugasnya untuk memberikan pelayanan bagi kelompok berisiko, pelayanan langsung respon korban, penerimaan pengaduan, penatalaksanaan laporan, pengelolaan data base dan laporan pengaduan serta monitoring dan mengevaluasi layanan.
Kawaidah menjelaskan, dalam tugasnya ini PPKAI berkoordinasi dengan Forum Kabupaten Gowa Sehat (FKGS), Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) serta Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).
SKPD yang terlibat dalam pelayanan ini meliputi dinas sosial, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dinas kesehatan, dinas kependudukan dan catatan sipil, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gowa.
Terpisah, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dalam komitmennya terhadap layanan anak integratif ini mengatakan, pihaknya ingin memastikan Pemkab Gowa hadir di tengah masyarakat dengan harapan semua anak di Gowa dapat terlayani dengan maksimal dan terpenuhi hak-hak dasarnya tanpa diskriminasi. (sar/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top