Headline

Bea Cukai Gagalkan Peredaran 2,5 Juta Rokok Ilegal

MAKASSAR, BKM — Bea Cukai Makassar berhasil menggagalkan peredaran 2,5 batang rokok ilegal atau tak memiliki cukai. Sebanyak 2,5 juta batang rokok itu diangkut sebuah truk dari Pelabuhan Soekarna Hatta-Makassar. Namun, sebelum diedarkan, lebih dulu diamankan pihak Bea Cukai, Selasa (24/1) pukul 23.00 Wita. Rencananya, 2,5 batang rokok ilegal tersebut hendak diedarkan ke Kabupaten Soppeng.
Terbongkarnya pengedaran 2,5 juta batang rokok ini bermula ketika pegawai Bea Cukai melintas di wilayah Kecamatan Ujung Tanah. Ia melihat truk yang memuat barang mencurigakan. Pasalnya ada serbuk yang keluar dari karung yang diangkut.
“Pegawai kami mencurigai sebuah truk dan menghentikannya. Pegawai lalu menggeledah. Ternyata karung itu berisi rokok ilegal,” kata Kepala Bidang Penindakan Kanwil Bea Cukai Sulawesi, kemarin.
Setelah itu, pegawai mengarahkan truk tersebut ke kantor. Setelah dihitung rokok tersebut dimasukkan ke dalam 10 karung. Sopir truk, kata Agus, mengaku akan mengantar rokok ilegal tersebut ke Soppeng.
?”Beruntung malam itu, rokok ini kita berhasil gagalkan. Rencananya akan dibawa ke Kabupaten Soppeng. Rokok ini dikemas dalam karton sebanyak 101 kardus. Kardus itu terbungkus lagi dengan karung,” katanya.
Agus menghitung, 2,5 juta batang rokok ini jika beredar akan merugikan negara sekitar Rp1,2 miliar.
Agus mengaku rokok ilegal ini dikirim dari Surabaya. Makanya, mereka akan berkoordinasi dengan Bea Cukai Jawa Timur.
Selain itu, lanjut Agus, mereka juga akan melakukan pengembangan untuk mengetahui jaringan peredaran rokok ilegal.
“Kami masih menyelidiki kasus ini. Diduga rokok ilegal ini memiliki penampungan. Apalagi barang ini berasal dari Surabaya,”? terang Agus.
Dari informasi yang ditelusuri BKM, rokok ilegal ini diduga diedarkan dari sebuah gudang di perbatasan Jalan Pongtiku dan Jalan Sunu. Gudang dengan luas 15 x 15 meter persegi itu menjadi lokasi penampungan rokok yang diduga ilegal. (ish)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top