Headline

Terbuka Peluang Paket Agus-Nurdin Abdullah

MAKASSAR, BKM — Wacana siapa berpaket dengan siapa dalam pemilihan gubernur Sulsel 2018 mendatang, terus bergulir. Terakhir, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang disebut-sebut akan maju dan berpaket dengan Nurdin Abdullah.
”Kemungkinan itu (Agus AN-Nurdin Abdullah berpaket) masih terbuka lebar. Di politik itu selalu ada kemungkinan. Tidak ada yang tak bisa. Tergantung kesepakatan partai politik pengusung, ataupun deal para kandidat,” kata Wiliady, peneliti dari lembaga Citra Komunikasi (Cikom), sebuah lembaga di bawah bendera PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Danny JA, kemarin.
Hal berbeda disampaikan peneliti dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir. Dia menilai, Agus dan Nurdin Abdullah masih agak sulit berpasangan karena masing-masing mengincar posisi 01.
Selain itu, Nurdin yang juga Bupati Bantaeng dua periode telah membangun komunikasi dengan Ahmad Tanribali Lamo untuk selalu bersama. Komitmen tersebut juga telah mendapat dukungan dari sejumlah tokoh. Termasuk mantan Gubernur Sulsel HM Amin Syam.
“Kalau paket Agus-Nurdin saya melihat peluangnya sangat kecil,” ujar Suwadi.
Dosen politik Unibos Dr Arief Wicaksono menilai wacana itu sudah ada sejak awal. “Pak Agus sebagai bagian dari incumbent memiliki potensi yang sangat besar, dalam artian beliau sudah berpengalaman dalam pemerintahan. Selain itu, beliau adalah salah satu tokoh politik Sulsel. Pernah menjabat sebagai ketua DPRD Provinsi. Juga kader Golkar Sulsel. Jadi, setumpuk pengalaman itu sebenarnya adalah nilai plus dari Pak Agus dalam konteks figur,” ujar Arief, Selasa (24/1).
Meski demikian, Arief menilai Prof Nurdin Abdullah sebagai salah satu pemimpin daerah yang inovatif dan berhasil ‘mengubah’ Bantaeng menjadi lebih baik dari sebelumnya. “Beliau juga adalah Sekjen Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) yang dianggap cukup berhasil menjadi ‘hub’ bagi pemda-pemda seluruh Indonesia dengan Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Berbagai penghargaan lokal, nasional, dan internasional pun berhasil diraihnya,” jelasnya.
Dari semua itu, baik Agus maupun Nurdin Abdullah adalah dua figur yang dapat diandalkan masyarakat sebagai pemimpin baru Sulsel. Masalahnya adalah, Agus AN dibatasi oleh peraturan perundang-perundangan, dimana ia tidak bisa lagi mencalonkan diri sebagai cawagub, karena sudah dua periode menjabat di posisi itu.
“Kalau Pak Agus mau mencalonkan diri, ya harus sebagai cagub. Sementara Prof Nurdin, tidak dalam posisi mencalonkan diri sebagai cawagub melainkan sebagai cagub. Hasil survei beberapa lembaga lokal maupun nasional menempatkan Prof Nurdin secara obyektif sebagai cagub, bukan cawagub,”tegasnya.
Dijelaskan, jika saja komunikasi politik diantara keduanya berjalan lancar, maka tentu saja akan ada kejutan. “Tapi, di sisi lain Prof Nurdin misalnya, telah sejak awal memilih paket cawagubnya sendiri, yaitu Pak Tanribali Lamo. Sehingga menurut saya, akan muncul kesulitan yang tinggi jika Pak Agus dipaketkan dengan Prof Nurdin. Secara rasional keduanya tidak bisa dipaketkan. Justru harus berkompetisi,” pungkas Arief.
Agus disebut lebih dekat dengan PDIP yang mengontrol 5 kursi di parlemen, PKB 3 kursi dan PKPI 1 kursi. Sementara Nurdin lebih condong diusung Partai Demokrat yang mengontrol 1 kursi serta PAN dengan 9 kursi.
Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe mengemukakan, penentuan siapa yang akan diusung partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ini selalu dilakukan karena survei. Selain itu, intensitas komunikasi yang tergabung ditingkat DPC dan DPD.
“Pak SBY dan DPP itu realistis. Selalu melihat arus dukungan kader di tingkat bawah. Demokrat saat ini masih menunggu pergerakan partai lain. Juga menunggu hasil dari pilgub DKI,” pungkas Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Sementar itu, baik Agus maupun Nurdin Abdullah yang dikonfirmasi lewat WhatsAppnya belum ada tanggapan. (rif)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top