Headline

Kawanan Pembobol ATM Lintas Provinsi Ditangkap

SOPPENG, BKM — Empat kawanan pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) lintas provinsi berhasil dibekuk Satuan Reserse Kriminal Umum (Satrekrim) Polres Soppeng. Penangkapan dilakukan setelah sebulan lamanya polisi mengejar mereka.
Kapolres Soppeng, AKBP Dodied Prasetyo, kemarin mengkonfirmasi tertangkapnya komplotan spesialis pembobol ATM ini. Bermula dari Satuan Reskrim Polres Soppeng yang menerima laporan aksi tersangka membobol mesin ATM di Kecamatan Marioriawa, Desember 2016 lalu.
”Bulan lalu ada laporan mesin ATM di Marioriawa dibobol oleh kawanan tersangka. Kami kemudian membentuk tim untuk mengejar para pelaku. Setelah sebulan dikejar, empat orang berhasil diringkus. Mereka diamankan satu persatu di tempat terpisah,” terang Dodied.
Tim Satreskrim yang dipimpin Aiptu Asdar menerima informasi kalau tersangka sedang berada di Kabupaten Luwu Timur, tepatnya di Kecamatan Tomoni.
”Anggota langsung bergerak ke Luwu Timur. Mereka berhasil ditangkap saat hendak melakukan aksinya di Luwu Timur pada hari Selasa (24/1). Selanjutnya dibawa ke Polres Soppeng untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Dodied.
Keempat tersangka adalah Aco(45), warga Kabupaten Sidrap. Kurniawan (41), warga Jakarta. Rahman (40), warga Palu, Sulawesi Tengah. Amir (40), warga Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Selain keempat tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu unit mobil Toyota Avanza, 70 kartu ATM berbagai bank, enam dompet dan empat handphone. Ada juga tiga buku tabungan berbagai bank, serta uang Rp1,5 juta.
Dari hasil pemeriksaan tersangka, mereka mengaku melancarkan aksinya di berbagai daerah. Seperti membobol ATM di Jeneponto, Bulukumba, Gorontalo hingga Manado.
Saat beraksi, pelaku memiliki peran masing-masing. Ada yang mengintip pin ATM korban. Ada yang mengajak korban untuk ngobrol. Ada juga yang bertugas menukar ATM korban.
”Banyak modus yang dilakukan. Seperti mengganjal atau merusak mesin ATM,” ungkap Dodied.
Saat ini keempat tersangka masih dalam proses pengembangan. Kuat dugaan mereka memiliki jaringan lain yang masih berkeliaran di luar.
”Ini yang sementara dikembangkan. Kami berkoordinasi dengan polre-polres untuk mengungkap jaringan kasus ini,” terang Kapolres. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top