1.276 Guru SMA/SMK Beralih ke Pemprov – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

1.276 Guru SMA/SMK Beralih ke Pemprov

BKM/KR KULLE RAPAT KOORDINASI -- Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar didamping Kadis Dikbud Jeneponto, Nuralam Basir dan Camat Batang, Hatta Tinggi memberi penjelasan pada rapat koordinasi MKKS.

JENEPONTO, BKM — Ganti menteri pendidikan ganti pula kebijakannya. Seperti sekarang ini, guru SMA dan SMK yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) beralih dari Pemkab Jeneponto ke Pemprov Sulsel.
Guru SMA dan SMK yang beralih ke Pemprov mencapai 1.276 orang. Peralihan ini mulai 1 Januari 2017. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Jeneponto, Nuralam Basir saat pembukaan acara rapat koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK di aula SMAN1 Batang Togo Togo, Selasa (24/1). Kegiatan ini dibuka langsung Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar.
Nuralam Basir menjelaskan, status yang dimaksud termasuk gaji, uang serifikasi atau uang Pakasi, kenaikan pangkat, dan lainnya, semua diurus Pemprov Sulsel. Karena yang mengurusi Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dinas Dikbud Jeneponto, sudah tidak ada atau dilebur,” jelas Nuralam Basir Karaeng Beso.
Namun demikian, kata Nuralam, tetap ada koordinasi antara Pemprov dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota. Para guru SMA dan SMK ini pun diharapkan lebih bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKP SDM ) Kabupaten Jeneponto, Arifin Kulle, mengatakan, apa yang dikatakan Kadis Dikbud Jeneponto bahwa ada perpindahan status guru SMA dan SMK sebanyak 1.276 orang baik gaji, uang sertifikasi, uang pakasi, dan lainnya sudah beralih statusnya ke Pemprov Sulsel.
Sementara itu, Syamsiar Hapid, salah seorang guru SMKN 1 Jeneponto, mengatakan, seharusnya Pemprov membentuk Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) disetiap kabupaten dan kota. ”Kita di daerah sangat jauh. Kalau ada yang kita butuhkan, harus ke Makassar lagi mengurus. Buang waktu mengajar serta biaya membengkak. Kalau seperti kita di Jeneponto tidak seberapa, tapi bagaimana dengan teman-teman di Selayar dan daerah lainnya yang lebih jauh. Bagaimana repotnya hanya mengurus kenaikan pangkat misalnya. Itu sangat mengganggu,” jelas Syamsiar Hapid.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, mengatakan, tenaga pendidik harus mempunyai pemikiran selangkah lebih maju dari PNS biasa, baik di dalam berpikir dan berperilaku. Terutama para guru SMA dan SMK yang sudah dialihkan statusnya ke provinsi.
”Yang kita harapkan, para guru menjadi barisan atau garda terdepan terhadap perubahan pembangunan sumber daya manusia yang mampu menguasai Iptek dan imtaq guna menjaga nama baik daerah Kabupaten Jeneponto Gammara,” jelas Iksan Iskandar. (krk/mir/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top