Tak Menyerah Meski Kerap Ditipu Pelanggan – Berita Kota Makassar
Headline

Tak Menyerah Meski Kerap Ditipu Pelanggan

KESABARAN dan kegigihan dalam bekerja telah berhasil memutar kehidupan ekonominya. Hidupnya dulu yang serba ketebatasan, diubah total pada saat ini. Bukan hanya sukses dalam segi ekonomi, perusahaan yang ia dirikan pun sukses mendapatkan banyak penghargaan.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

HAJI Lukman AR Gassing tak pernah menyangka jika kehidupannya akan seperti saat ini. Kerja keras membantu ibunya dengan berjualan kue keliling, telah membuktikan jika memang ada orang yang meraih kesuksesan dari nol.
Tidak banyak orang seperti dia. Kecuali yang benar-benar berniat tulus meningkatkan kualitas hidupnya ke arah yang lebih positif.
Masa kecilnya sejak SD sampai SMP yang sudah bekerja dengan berjualan kue, telah melatihnya untuk terus berusaha. Selain berjualan kue, saat SMA ternyata Haji Lukman juga berjualan pakaian bekas. Pekerjaan apapun yang bisa ia lakukan, akan ia lakoni demi mendapatkan biaya hidup.
“Karena kondisi ekonomi saat itu sulit, saat SMA saya juga jualan cakar. Apapun yang bisa dikerjakan, saya lakukan,” kata Haji Lukman.
Ketika ibunya sudah tidak lagi bisa bekerja karena faktor usia, saat itulah alumni Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) ini justru seakan mendapatkan hidayah. Pekerjaan ibunya yang saat itu memasakkan makanan bagi orang yang punya hajatan acara, diubahnya menjadi usaha yang memiliki badan hukum sendiri. Haji Lukman menamainya Catering Melati.
Saat awal pendiriannya, banyak rintangan yang harus dihadapi Haji Lukman. Ia mengisahkan jika saat itu sangat sulit baginya menggaji pegawai. Alhasil, selain mengelola dan mencatat semua pesanan sendiri, ia juga merangkap sebagai juru masak. Tak jarang pula mengantarkan pesanan.
“Kesulitannya disitu. Kita yang atur, kita juga yang masak. Tapi tetap saya jalani dengan senang hati,” ungkap Haji Lukman.
Banyak juga pengalaman buruk yang telah dialami Haji Lukman selama menjalankan bisnis ini. Ia mengaku jika dulu masakannya sering tidak laku. Namun bukannya mengeluh, Haji Lukman justru menindaklanjutinya dengan positif.
Makanan yang tidak laku, ia selalu sumbangkan ke beberapa panti asuhan di kota Makassar. “Saya selalu yakin rezeki itu sudah diatur. Saya yakin Allah akan menggantinya,” tuturnya.
Mental yang luar biasa itu kembali diuji beberapa kali. Tak jarang Haji Lukman menjadi korban penipuan pelanggannya sendiri. Suatu hari ia pernah menerima pesanan di suatu acara. Setelah makanan tersaji dan acara selesai, si pemilik acara justru tidak bisa ditemukan.
Tidak ada yang mau bertanggung jawab atas makanan yang telah diantarkannya. Setelah berusaha mencari dan tetap tidak membuahkan hasil, Haji Lukman pun pasrah.
Pernah juga beberapa kali ada pelanggannya yang memesan makanan via telepon. Namun saat diantarkan ke tempat tersebut, ternyata alamatnya tidak benar. Saat dihubungi kembali, nomor teleponnya sudah tidak aktif.
Walaupun telah mengalami berbagai pengalaman buruk, namun Haji Lukman tak pernah menyerah. Ia selalu mampu mengambil hikmah dari semua kejadian tersebut. Hasilnya, sekarang bisa dilihat dari omzet yang dihasilkan hingga ratusan juta setiap bulannya.
Selain omzet, keberhasilan Haji Lukman juga bisa dilihat dari perusahaannya yang telah mendapat pengakuan International Organization for Standardization (ISO). ISO adalah salah satu standard internasional dalam sebuah sistem manajemen untuk pengukuran mutu organisasi. Perusahaan yang telah mendapatkan ISO, berarti kualitasnyanya tidak diragukan lagi.
Keberhasilannya kini dibarengi dengan berbagai prestasi yang ia dapatkan, baik bagi perusahaannya maupun prestasi pribadi. Bayangkan saja, sejak tahun 1994 Catering Melati telah diutus oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di ajang Asian Food yang saat itu digelar di Singapura. Hasilnya mencengangkan. Catering Melati mendapat penghargaan sebagai juara umum dari semua katagori yang diperlombakan. Sungguh menjadi kebanggaan tersendiri bagi Haji Lukman saat itu.
Penghargaan lain yang diperoleh Catering Melati adalah menjadi catering terfavorit di Sulsel selama tiga tahun berturut-turut versi sebuah majalah yang terbit di kota ini.
Selain penghargaan atas perusahaannya, banyak juga prestasi individu yang telah dicapai. Antara lain Haji Lukman pernah mendapat penghargaan dari STIE Nobel sebagai pengusaha sukses di bidang catering. Ada juga penghargaan dari Unhas sebagai alumni yang berhasil melaksanakan UKM. Penghargaan ini diberikan saat acara Dies Natalis Unhas.
Atas kesuksesannya itu pula, saat ini Haji Lukman dipercaya memimpin Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) untuk Sulsel. Asosiasi ini menjadi wadah berkumpulnya perusahaan pengelola Jasaboga dalam menciptakan dan mengembangkan jalur usaha. Sehingga yang tergabung dalam asosiasi ini dapat berperan serta dan berhasil melestarikan makanan Indonesia.
Haji Lukman yang kini memiliki 45 pegawai ini selalu menekankan kepada karyawannya jika usaha ini milik mereka bersama. Jadi harus mengelolanya secara bersama, didasari dengan kerja keras. Ini juga yang mendasari kesuksesannya selain juga harus bersabar.
“Saya selalu menekankan kepada karyawan jika usaha ini milik kita bersama, kelola dengan profesional, dan kelola dengan hati,” kuncinya. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top