Metro

Mukhtar Tahir, Kadis Sosial Kota Makassar

KREATIVITAS dan Inovasi, dua kata yang selalu didengar. Namun beberapa orang menilai kreativitas dan inovasi adalah suatu proses dan hasil yang sangat bagus. Apalagi, inovasi itu untuk kepentingan masyarakat dan tidak membebani anggaran negara atau anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Reporter: RAHMAN

Inovasi itulah yang juga menjadi dasar atau tolak ukur Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir.
Mulai dari dirinya menjabat pelaksana tugas (Plt) hingga defenitif di Dinas Sosial, dirinya sudah menggenjot berbagai terobosan baru.
Saat ini dirinya tengah konsen meramu suatu inovasi yang berbasis sosial. Inovasi tersebut disebut dengan donasi sosial.
Donasi Sosial berasal dari sumbangan kelompok dari perusahaan ataupun secara pribadi. Nantinya, donasi sosial itu akan disumbangkan ke masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 26 jenis penyandang masalah kesejahteraan sosial (PKMS) sangat membutuhkan donasi sosial tersebut.
Untuk pengelolaannya sendiri, pihaknya kerjasama dengan non Goverment Organisatioan (NGO) yakni Forum Peduli Sosial (FPS). FPS akan memberikan donasi ke warga yang layak diberikan bantuan melalui rekomendasi pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial Kota Makassar.
Nantinya, setiap donasi yang telah disumbangkan akan dilaporkan kepada masyarakat secara terbuka dan transparan melalui media sosial.
Selain itu, ia juga tetap menggenjot program unggulan yang lain seperti patroli rutin penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2008 tentang Pembinaan Anak Jalanan (Anjal), Gelandangan, Pengemis, Pengamen dan jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya seperti psikotik, wanita tuna susila (WTS) dan sebagainya.
Bukan itu saja, kata mantan Kadis Kominfo Kota Makassar, persoalan bencana alam dan bencana sosial pun tidak luput dari kesibukan instansinya. Termasuk persoalan panti asuhan yang memiliki ratusan kelompok yang tersebar dan pembinaan kelompok masyarakat oleh karang taruna, Program Keluarga Harapan (PKH) dan sebagainya.
Kesibukkan seorang Mukhtar Tahir menjadi pengajar alias dosen di beberapa perguruan tinggi juga menjadi rutinitasnya. Belum lagi, ia disibukkan dengan organisasi kemasyarakatan apakah menjabat ketua atau pembina.
Baginya, urusan keluarga merupakan hal yang sangat penting. Sebagai seorang kepala keluarga, dirinya menjadi tulang punggung keberhasilan keluarganya.
Untuk menjalani semua itu, ujar Mukhtar Tahir, yang paling penting adalah manajemen waktu dan komunikasi. Setiap magrib, dirinya pulang ke rumahnya untuk berkumpul bersama keluarga namun pada siang hari, dirinya memantau anaknya melalui telpon bahkan selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi atau menjemputnya.(man)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top