Dewan Sidak Anging Mammiri Residence – Berita Kota Makassar
Metro

Dewan Sidak Anging Mammiri Residence

BKM/ARDHITA SIDAK--Anggota DPRD Kota Makassar saat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di Perumahan Residance Angin Mammiri.

MAKASSAR, BKM– Komisi A Bidang Pemerintahan dan Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Pengembang Anging Mammiri Residence atau induk dari IMB Group tepatnya di Jalan Aroepala Hertasning, Senin (23/1).
Sidak yang dilakukan dewan karena adanya sejumlah keluhan yang masuk ke dewan yang mengatasnamakan warga perumahan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Anging Mammiri Residence.
Dalam laporan tersebut, warga menduga ada pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Pengembang Anging Mammiri Residence.
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Burhanuddin Baso Tika mengatakan, telah mengagedakan sidak tersebut berdasarkan keluhan yang mengarah kepada pihak pengembang. Dalam keluhannya, jelas Burhanuddin, pengembang Anging Mammiri Residence mengambil lahan fasilitas umum (fasum). “Memang banyak pengembang di Kota Makassar akhir-akhir ini sangat merugikan warga. Lahan fasum dan fasos yang seharusnya untuk warga perumahan tetap dibanguni oleh pengembang,” ungkapnya saat di lokasi Anging Mammiri Residence.
Dia juga meminta persoalan lahan fasum dan fasos memang harus diselesaikan ke ranah hukum dan Pemerintah Kota Makassar harus bertindak tegas kepada setiap pengembang yang bandel. “Kalau benar ada fasum fasos yang dibanguni oleh pengembang, kami minta ini dibawa ke ranah hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar Ahmad Kafrawi mengatakan, ada indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh pihak pengembang Anging Mammiri Residence. Dia mengatakan, site plan awal yang disetujui pemerintah pada 2007 lalu, ternyata dalam pelaksanaan di lapangan tidak sebagaimana yang ada di lapangan. Mereka banyak memanfaatkan titik fasilitas umum (fasum) milik Pemkot Makassar. “Peninjauan lapangan dilakukan setelah mendengar keresahan warga terkait dugaan penggunaan fasum fasos oleh pengembang,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Warga Perumahan Anging Mammiri Residence, Arif mengatakan, warga menagih janji pihak pengembang yang menjanjikan area fasum menjadi sarana olahraga, tempat bermain dan sarana keluarga. Namun fasum itu malah dibangun kembali sehingga perencanaan yang melanceng. “Belum lagi air PDAM yang tidak mengalir dan drainase tidak berfungsi dengan baik akibat penimbunan menjadi sarang nyamuk. Kita hanya minta semua janji diawal dikembalikan,” tuturnya.
Menyikapi hal itu, pihak pengembang Anging Mammiri Residence, Syawal mengatakan, wilayah itu merupakandaerah tumbuh, bukan kawasan yang ada begitu saja. Sehingga tentu ada perubahan didalamnya. “Karenanya kami hadir disini untuk mencari solusi terbaik, sehingga warga di dalam juga merasa nyaman dengan huniannya,” ucapnya.(ita)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top