Headline

Bermula dari Jualan Kue Keliling saat Sekolah

H Lukman Rahim Gassing, Pemilik Catering Melati (1)

KEAHLIAN dalam mengolah makanan bukan hanya milik kaum Hawa. Pria juga bisa melakukannya. Bahkan dijadikannya lahan bisnis hingga meraup omzet dalam jumlah besar.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

AWALNYA dia hanya membantu ibu yang biasa memasakkan makanan jika ada tetangganya yang punya hajatan. Merasa apa yang dilakoninya berpotensi besar, Lukman Abdul Rahim Gassing melakukan hal yang bijak dengan membadanhukumkan usaha ibunya tersebut. Alhasil, omzet ratusan juta kini bisa diperoleh Haji Lukman, sapaannya kini dalam bisnis catering.
Di Jalan Sungai Saddang IV Makassar, ada sebuah usaha catering mewah berdiri di sana. Tempat dengan nuansa ungu tersebut semakin cantik dengan adanya kolam ikan yang bisa dilewati saat hendak memasuki kantornya. Catering Melati namanya, milik Haji Lukman.
Di setiap dindingnya terpajang beberapa foto Haji Lukman dengan memegang berbagai penghargaan. Sebagian lagi terlihat foto yang menunjukkan keharmonisasian Haji Lukman dengan para pelanggannya. Menunjukkan jika ini adalah catering berkualitas.
Saat ini ada berbagai macam makanan yang disediakan Catering Melati guna memenuhi kebutuhan pelanggannya. Semua jenis makanan bisa disediakan, tergantung pemesan.
Haji Lukman mengatakan, cateringnya tidak pernah membatasi makanan apa yang hendak dipesan oleh pelanggannya. “Apa saja maunya mereka. Tidak fokus sama makanan yang kita sediakan,” ujarnya.
Tidak heran jika pelanggannya pun datang dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah, hingga atas. “Semua makanan tersedia.Mulai dari yang sederhana, sampai yang mewah,” tambah Haji Lukaman.
Kesuksesannya kini ternyata berbanding terbalik dengan kisah masa kecilnya. Saat kecil, Haji Lukman tidak pernah merasakan kehidupan mewah seperti saat ini. Makanya, dia selalu bersyukur dengan apa yang dia lakukan selama ini.
Pria 56 tahun inipun kemudian menceritakan kisahnya dulu. Sejak kecil, Haji Lukman telah ditinggal ayahnya. Ibunya yang juga berperan sebagai ayah harus menghidupinya dari berjualan makanan. Karenanya, sejak kecil Lukman dititipkan tinggal bersama neneknya di Kabupaten Bone.
Masa-masa tinggal bersama neneknyalah Haji Lukman telah merasakan kerasnya hidup. Siang hari saat selesai sekolah, Lukman kecil terbiasa keliling berjualan kue demi menghidupi dirinya. Begitupun saat masuk sekolah siang, pagi-pagi Haji Lukman telah harus berkeliling kampung.
Setelah neneknya meninggal, Haji Lukman kembali diasuh oleh ibunya. Hal yang sama dilakukan. Haji Lukman tetap menjajakan kue seperti saat ia tinggal bersama neneknya.
Ketika duduk di bangku SMP, Haji Lukman telah hijrah dari Kabupaten Bone ke Kota Makassar. Lagi-lagi ia harus tetap berjualan kue. Namun kali ini tidak dengan berkeliling, melainkan ia jual di depan rumahnya.
Keadaan yang jauh dari kata mencukupi saat itu, membuatnya harus bekerja apapun demi kelangsungan hidupnya. Selain berjualan kue, Haji Lukman dan ibunya juga menerima pesanan makanan. Hal ini yang menjadi cikal bakal berdirinya Catering Melati.
Seiring berjalannya waktu, ternyata usaha yang dirintis ibunya tersebut lama kelamaan semakin maju. Banyak orang yang memesan makanan di tempatnya. Baik itu untuk acara syukuran, pesta pernikahan dan sebagainya.
Namun seiring bertambahnya usia, ibu Haji Lukman semakin lemah dan tidak bisa lagi bekerja melakoni usahanya. Keadaan inilah yang justru menggugah hati Haji Lukman untuk lebih berkembang lagi. Mulai saat itu, Haji Lukman bertekad mengelola usaha ini secara profesional.
Akhirnya pada 1993, Haji Lukman resmi mendirikan usaha dengan nama Catering Melati. Saat ini Catering Melati telah menjadi salah satu bisnis unggulan di kota Makassar. Omzet yang didapatkan perbulannya pun mencapai kurang lebih Rp600 juta hingga Rp700 juta.
Hasil yang sangat berbeda jika melihat kondisi Haji Lukman dulu.
Ribuan pelanggan telah mempercayakan penyediaan makanan untuk acaranya pada Catering Melati.
Haji Lukman mengatakan, kesabaranlah selama ini yang menjadi kunci suksesnya. “Intinya kita harus sabar dalam menjalankan sesuatu jika mengharapkan hasil yang baik,” ujarnya. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top