Metro

Pelebaran Jembatan Tello Rumit

MAKASSAR, BKM — Pelebaran jembatan Sungai Tello yang sempat mandek, menurut rencana akan kembali dikerja ulang tahun ini.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan Metropolitan Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan (BBPJN) Wilayah XIII, Amin Hamid.
Hanya saja, kata Amin, metode pelaksanaan pelebaran jembatan Sungai Tello dinilai cukup rumit. Pasalnya, ada aktifitas pembongkaran jembatan lama.
Selain itu, kontraktor yang menang tender juga harus punya strategi khusus dalam memancang tiang jembatan. Karena itu, Amin menekankan, bagi perusahaan yang nantinya mengerjakan proyek itu, menggunakan sheet pile untuk proses pembendungan air di dasar jembatan.
“Kontraktor dari PT Galih Medan Persada, yang melaksanakan pengerjaan pelebaran jembatan pada penganggaran tahun lalu gagal melaksanakan tugasnya, karena tak mampu membendung air Sungai Tello,” tegas Amin saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/1).
Apalagi, kontraktor tersebut hanya memakai tumpukan karung pasir untuk menghalangi air. Hasilnya, air tetap masuk hingga membuat pieer jembatan tak bisa diselesaikan dan berimbas pada diputusnya kontrak sebab tak mampu selasai tepat waktu. Jika pieer jembatan mampu dikerjakan cepat, maka perampungan jembatan tak butuh lama. Balok dan rangka jembatan yang akan dipasang, semua sudah selesai dipesan, katanya.
Ditanya soal rencana tender ulang, Amin menambahkan, proses tender ulang sudah dilaksanakan Desember tahun lalu. Sedianya, pemenang tender sudah bisa diketahui Januari ini. Namun sayang proses itu menemui kendala. Sebab, selama tender berjalan, hanya tiga perusahaan yang mengajukan penawaran. Namun, ketiganya tidak ada yang memenuhi syarat.
Satu perusahaan memberi penawaran diatas pagu atau patokan batas maksimal anggaran yang sudah ditetapkan, sementara dua perusahaan lain tidak lolos alias tidak memenuhi syarat saat prakualifikasi.
Menyikapi kondisi tersebut, BBPJN menurut rencana akan memaketkan ulang pengerjaan pelebaran Jembatan Sungai Tello.
Sebelumnya, proyek tersebut berpaket dengan drainase frontage Ir Sutami dan Rehabilitasi Jalan Dakota atau VVIP jalan bandara. Nama paketnya adalah rekonstruksi jalan dan jembatan Kota Makassar. Namun, karena kondisinya tidak ada yang memenangkan tender, maka pelebaran Jembatan Tello akan dipaketkan ulang. Sementara dua proyek lain yang sebelumnya sepaket dengan pelebaran Jembatan Tello tetap dijadikan satu paket.
“Kami akan usulkan dulu ke pusat rencana ini. Kalau disetujui, kami akan segera paketkan ulang, ” kata Amin Hamid.
Amin mengatakan, pelebaran Jembatan Tello memang butuh perlakuan khusus mengingat kondisinya berbeda dengan pengerjaan jembatan sebelum-sebelumnya. Jadi, memang dibutuhkan kontraktor yang berpengalaman mengerjakan proyek khusus tersebut.
“Harus memang kontraktor yang berpengalaman mengerjakan proyek tersebut, ” ungkapnya.
Terkait penganggaran proyek tersebut, pusat tetap mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,1 miliar. Tahun ini, proyek tersebut ditargetkan bisa rampung.
Sementara itu, Sekprov Sulsel, Abdul Latif mewanti-wanti balai besar memperhatikan Jembatan Tello. Saat baru putus kontrak, jembatan ini jadi perhatian semua pihak. Makanya, ia tidak mau pekerjaan jembatan ini kembali gagal. (rhm)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top